Lifestyle

Ultra Processed Food: Kenali Dampak dan Risikonya Bagi Kesehatan

BISNISBANTEN.COM Dalam kehidupan modern, konsumsi makanan instan dan cepat saji semakin meningkat. Salah satu jenis makanan yang sering ditemui adalah Ultra Processed Food (UPF) atau makanan ultra olahan. UPF adalah makanan yang sudah melalui banyak tahapan pengolahan dan mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna, perisa, hingga emulsifier. Contoh paling umum adalah mie instan, sosis, nugget, minuman bersoda, hingga camilan kemasan.

Meskipun praktis dan mudah didapat, makanan ultra olahan memiliki kandungan gizi yang rendah. Sebagian besar UPF mengandung kadar gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi, sementara serat, vitamin, dan mineralnya sangat minim. Hal ini membuat konsumsi berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi UPF dalam jumlah tinggi berhubungan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung. Hal ini karena kandungan kalori tinggi dan zat tambahan di dalamnya dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Selain itu, zat aditif yang digunakan pada makanan ultra olahan juga dikhawatirkan berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang. Misalnya, pemanis buatan tertentu dapat memengaruhi kesehatan usus, sementara pewarna sintetis sering dikaitkan dengan gangguan perilaku pada anak.

Tidak hanya itu, makanan ultra olahan juga dapat memicu ketergantungan. Rasa gurih, manis, atau pedas yang kuat dari bumbu buatan membuat orang sulit berhenti mengonsumsinya. Hal ini menyebabkan pola makan bergeser dari makanan segar seperti buah, sayur, dan protein alami ke arah makanan instan yang rendah gizi.

Meski begitu, bukan berarti UPF harus dihindari sepenuhnya. Sesekali mengonsumsinya masih bisa ditoleransi, asalkan tidak menjadi kebiasaan. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan pola makan dengan memperbanyak konsumsi makanan segar dan minim olahan.

Para ahli gizi juga menyarankan untuk selalu membaca label makanan sebelum membeli produk kemasan. Perhatikan kandungan gula, garam, lemak, serta daftar bahan tambahan. Semakin panjang daftar bahan tambahan, semakin tinggi pula kemungkinan produk tersebut termasuk kategori ultra processed food. (Sarah)

bisnisbanten.com