Transformasi Transportasi Publik: Kota Serang Resmi Uji Coba Bus Listrik Ramah Lingkungan

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi memulai uji coba armada bus listrik sebagai moda transportasi umum perkotaan pada Senin (19/10/26). Langkah ini menjadi awal transformasi layanan angkutan publik modern ramah lingkungan yang diproyeksikan beroperasi penuh pada tahun 2027 mendatang.
Pelaksanaan uji coba tersebut ditinjau langsung oleh Walikota Serang Budi Rustandi, bersama jajaran Tim Penggerak PKK, Sekretaris Daerah (Sekda), serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Serang.
Walikota Serang Budi Rustandi menyampaikan, bahwa uji coba bus listrik ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari ke depan untuk melihat respons masyarakat sekaligus mengevaluasi kelayakan armada.
“Hari ini kita menguji coba transportasi umum yang insyaallah ini akan dimanfaatkan kita di 2027. Hari ini cuma uji coba selama 5 hari dan mudah-mudahan bisnya bersih, nyaman. Tadi ada beberapa penumpang dari warga Kota Serang merasa enak dan nyaman,” ujar Budi dsaat di lokasi uji coba, Senin (19/10/2026).
Budi menekankan pentingnya persiapan regulasi teknis yang matang sebelum pengoperasian secara komersial. Pihaknya akan menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera membahas Peraturan Walikota (Perwal), khususnya terkait kepastian tarif agar tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat 2027 nanti ke depan karena kita akan mengatur Perwalnya dan harga untuk ongkosnya pun jangan sampai terlalu mahal, khususnya untuk anak-anak sekolah. Dan semoga transportasi ini bisa salah satu mendukung atau menunjang menjadikan Kota Serang ibu kota yang sesungguhnya,” tambahnya.
Saat membagikan kesannya usai menjajal langsung armada bus listrik tersebut, Budi Rustandi memuji kenyamanan dan kelengkapan fasilitas interior kendaraan modern ini. “Enak banget, dingin ya, nyaman,” kata Budi menceritakan pengalamannya naik bus listrik tersebut.
Ia menambahkan bahwa armada ini dirancang inklusif untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh warga Kota Serang, termasuk para penyandang disabilitas. “Ada AC, tempat duduk untuk disabilitas juga ada. Pokoknya semuanya lengkap. Cuma enggak bisa untuk tempat tidur ya,” kelakarnya.
Selain kenyamanan armada, Pemkot Serang juga fokus pada penataan rute dan trayek angkutan umum secara menyeluruh. Rapat koordinasi antara Dinas Perhubungan dan Sekda Kota Serang akan segera digelar untuk menertibkan koridor transportasi.
“Tinggal nanti Dishub akan rapat dengan Pak Sekda terkait untuk Perwal, termasuk nanti mengatur transportasi agar ketika nanti 2027 itu enggak ada lagi angkot dari luar daerah masuk ke dalam kota. Semua harus ngikutin koridor,” tegas Budi.
Masyarakat Kota Serang yang ingin merasakan pengalaman naik bus listrik ini dapat memanfaatkannya secara gratis selama masa uji coba berlangsung. “Gratis 5 hari ya. Kiki juga boleh naik, gratis ya,” tutup Budi ramah kepada warga dan awak media yang hadir.
Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengungkapkan bahwa saat ini pihanya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang dan Perum DAMRI tengah mematangkan skema serta jumlah armada yang dibutuhkan. Rencananya, layanan transportasi publik ini akan melayani tiga koridor utama di Kota Serang.
“Untuk penerapannya itu insyaallah di tahun 2027, dari mulai bulan Januari itu sudah bisa running. Kalau jumlahnya (armada) nanti disesuaikan dengan kebutuhan per koridor. Nah, ini yang sedang dimatangkan dengan teman-teman di Dishub dan DAMRI. Rencananya akan ada tiga koridor,” kata Wahyu.
Wahyu menjelaskan, penentuan jumlah unit bus yang akan diterjunkan bakal disesuaikan secara presisi dengan kebutuhan alur penumpang, agar pelayanan kepada masyarakat Kota Serang dapat berjalan optimal.
Mengenai skema tarif, Wahyu membeberkan bahwa ke depannya armada angkutan umum ini tidak gratis. Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena Pemerintah Daerah Kota Serang akan mengalokasikan subsidi guna menjaga tarif tetap terjangkau. “Nah, untuk ke depan itu tarifnya berbayar. Tapi nanti akan ada subsidi dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Selain menerapkan sistem tarif bersubsidi, skema transaksi angkutan massa ini juga dirancang mengikuti perkembangan teknologi digital. Seluruh proses pembayaran layanan bus tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan wajib menggunakan metode non-tunai (cashless).
Untuk mendukung ekosistem cashless tersebut, pihak Pemkot Serang akan menggandeng mitra strategis dari sektor perbankan maupun penyedia jasa keuangan pihak ketiga.
“Dan untuk pembayarannya nanti itu cashless. Kita akan kerja sama dengan operator atau layanan pihak ketiga ya, seperti perbankan dan lain-lainnya. Begitu,” pungkas Wahyu.
Kehadiran tiga koridor angkutan publik bersubsidi dan berbasis pembayaran digital ini diharapkan mampu memberikan alternatif transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, serta dapat menata sistem mobilitas perkotaan di Kota Serang menjadi lebih modern. (Siska)