Info BisnisInspirasiSosokUMKM

Taufik Yamada, Sosok di Balik Inovasi ‘Bakso Ngeces’ yang Bikin Penasaran

BISNISBANTEN.COM — Berawal dari hobi menjadi profesi. Ini sudah tidak mengherankan bukan? Namun jika dari hobi kemudian menghasilkan inovasi dan menopang usaha yang dijalankan, itulah yang dilakukan Taufik Yamada.

Lelaki yang baru saja pulang dari Jepang untuk keperluan studi ini sejak 15 Maret 2017 lalu, mendirikan kafe pertama di Batubantar, Pandeglang. Mengusung nama Bakso Ngeces dengan tagline Jawara Bakso, kafe ini menyasar kalangan remaja, anak-anak, dewasa, dan keluarga. [irp posts=”633″ name=”Suka Pedas? Kudu Coba Bakso Ini!”]

“Kenapa dinamai Bakso Ngeces, karena bagi orang yang suka bakso dan nggak keturutan, pasti ngeces, ngiler. Bagi saya, selain nama itu unik ada filosifinya. Produk kita ini harus bikin penasaran dan ngiler, ngeces,” terang Taufik.

Dengan bangunan berupa saung-saung berderet, Bakso Ngeces menyediakan beragam jenis bakso. Antara lain bakso ngeces, beranak setan, rudal, dan mangkok. Taufik merekomendasikan, bakso ngeces. [irp posts=”847″ name=”Ini Cafe Duren yang Lagi Hits di Menes, Anda Sudah Mampir?”]

“Karena baksonya ada dalam tomat apel yang gede, isinya dikasih bakso dengan keju mozarela. Pokoknya gurih segar, sensasinya di situ. Hitsnya sih bakso beranak setan, inovasi terbaru. Dimasak dengan sambel cabe setan, seger pedes,” terang Taufik.

Advertisement

Taufik mengaku, menghadirkan menu bakso yang inovastif karena saat ini pesaing bakso lebih banyak.

“Jadi dibutuhkan kreativitas dan inovasi karena kita bersaing di red market. Walaupun lokasi Bakso Ngeces jauh dan terpelosok, tapi kalau misalnya unik bikin penasaran, rasa juga terjaga, akhirnya alhamdulilah sampai lima bulan tetap didatangi pengunjung. Konsumen juga beragam, dari Cilegon, Tangerang, Lebak, dan Serang. Karena memang kami gencar promosi di media sosial,” tutur Taufik lagi. [irp posts=”386″ name=”Pindang Crackers, Evolusi Pindang Carita dalam Bentuk Kerupuk”]

Untuk menu minuman, tersedia aneka jus, mulai alpukat, buah naga, sampai sup durian. Aneka kopi pun sedang disiapkan. Menu unggulan yakni sup durian dan es buah. Berbeda dengan sup durian yang ada berisi durian, susu, dan parutan keju, sup durian di sini ditambahkan apem putih khas Cimanuk yang dibakar dan dijadikan isian.

“Sensasinya gigitannya ada, selain tekstur durian itu sendiri,” jelas Taufik.

Alasan kafe ini tidak membatasi segmen pengunjung, untuk menyiasati persaingan. “Cukup sulit di tengah persaingan seperti ini kalau dibatasi. Selain banyak kios bakso, kebetulan di Cimanuk ini kafe yang pertama. Konsepan kafe yang nyaman, nggak dibatasi orangtua anak muda atau anak-anak, selain untuk meningkatkan jumlah costumer, supaya nyaman aja berinteraksi di sini,” tukas Taufik yang menjelaskan, jam buka tiap hari dari pukul 9 pagi sampai 9 malam saat weekday dan sampai pukul 11 malam saat weekend.

Advertisement
Mengusung nama Bakso Ngeces dengan tagline Jawara Bakso, kafe ini menyasar kalangan remaja, anak-anak, dewasa, dan keluarga.

Meskipun umum, namun tersedia menu ramah bagi kantong pelajar. Tersedia menu mulai Rp10 ribu-Rp25 ribu.

“Menu apem bakar recommended banget. Ini usaha inovasi yang di-support desa dan kecamatan, apem putih tradisonal diolah lebih modern,” jelasnya lagi.

Ke depannya, Taufik akan melakukan pengembangan lokasi yang memiliki total 800 meter dan baru dimanfaatkan 200 meter.

“Ke depannya dikembangkan lebih luas lagi, selain parkiran yang nyaman untuk mobil juga dihadirkan spot foto-foto. Untuk Idul Adha dan Agustusan, sedang kami siapkan spot foto, supaya bisa hits saat diunggah di Instagram,” tutupnya. (milenia)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.