Banten24

Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Serang Bakal Sasar UMKM hingga Toko Online

BISNISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang tengah bersiap menggelar agenda nasional 10 tahunan, Sensus Ekonomi 2026. Pendataan menyeluruh ini dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Sebagai langkah awal, BPS Kota Serang telah melakukan audiensi dengan Walikota Serang, Budi Rustandi, guna menggalang dukungan penuh dari pemerintah daerah pada Selasa (02/06/26).

Kepala BPS Kota Serang.Tri Cahyo Purnomo mengungkapkan, bahwa Walikota Serang memberikan respons yang sangat positif dan berkomitmen penuh menyukseskan agenda ini. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penerbitan surat edaran ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga ketua RT, serta pembuatan video dukungan resmi.

“Alhamdulillah beliau sangat mendukung kegiatan ini. Insyaallah akan siap membantu pelaksanaan Sensus Ekonomi ini sampai selesai nanti bulan Agustus tahun 2026,” ujar Tri Cahyo usai audiensi.

Tri Cahyo menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk memperoleh data yang valid dan terkini mengenai seluruh aktivitas ekonomi di Kota Serang. Sektor yang didata mencakup pertanian, pertambangan, industri, konstruksi, perdagangan, hingga sektor jasa.

Selain menyasar usaha skala besar dan menengah, BPS juga memberikan perhatian khusus pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pertumbuhan ekonomi digital yang pesat namun sering kali tidak terlihat secara fisik.

“Termasuk yang digital, yang online, yang tidak kelihatan bentuknya nanti juga kita data. Entah YouTuber, toko online, atau content creator. Banyak yang online belum kita cover. Kalau sudah terdata, insyaallah bisa menambah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Serang,” tambahnya.

Berbeda dengan survei biasa, Sensus Ekonomi 2026 ini akan menggunakan metode sensus atau pendataan menyeluruh, bukan sekadar sampling. Artinya, petugas akan mendatangi seluruh pelaku usaha di Kota Serang tanpa terkecuali.

Untuk menyisir seluruh wilayah, BPS Kota Serang menerjunkan 529 petugas yang disebar ke 6 kecamatan, dan 67 kelurahan.

Para petugas akan mendatangi tempat usaha berwujud fisik seperti bank, bengkel, showroom, dan mal.

Tidak hanya itu, petugas juga akan mendatangi rumah-rumah warga untuk menjaring potensi usaha rumahan (home industry) maupun bisnis daring.

Mengingat banyaknya bisnis yang dijalankan dari rumah, BPS menekankan pentingnya kejujuran dari masyarakat saat menerima kunjungan petugas.

“Kejujuran masyarakat juga perlu diuji di sini, apakah mereka mau menjawab dengan jujur ada usaha onlinenya atau tidak,” tegas Tri Cahyo.

Hasil akhir dari sensus ini nantinya akan dilaporkan langsung kepada Walikota Serang. Data terkini tersebut diharapkan mampu menyajikan potret perekonomian daerah yang jauh lebih valid, akurat, dan mutakhir jika dibandingkan dengan hasil Sensus Ekonomi satu dekade lalu pada tahun 2016. (Siska)

bisnisbanten.com