Ekonomi

Semester I-2026, Investasi Banten Tembus Rp66,3 Triliun, Sektor Properti dan Kimia Jadi Penopang Utama

BISNISBANTEN.COM – Provinsi Banten terus menunjukkan performa impresif dalam menarik minat investor. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten pada Selasa (28/7/2026), realisasi investasi di wilayah ini pada Semester I 2026 telah mencapai Rp66,30 triliun.

Angka tersebut mencerminkan pencapaian sebesar 46,63% dari target investasi tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp142,19 triliun. Dengan capaian kumulatif ini, Banten berhasil mengukuhkan posisinya di peringkat ke-5 secara nasional.

Kinerja Triwulan II 2026

Pada periode April-Juni (Triwulan II) 2026 saja, realisasi investasi tercatat sebesar Rp31,90 triliun yang berasal dari sekitar 31 ribu proyek. Investasi ini memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan dengan menyerap sebanyak 57 ribu tenaga kerja.

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, merinci bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan ini menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 35,63% (yoy) dengan nilai Rp13,02 triliun. Di sisi lain, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp18,87 triliun, meskipun mengalami koreksi sebesar 5,97% (yoy).

Dominasi Spasial dan Masuknya Modal dari Seychelles

Secara geografis, wilayah Tangerang Raya masih menjadi magnet utama bagi para pemodal. Kabupaten Tangerang memimpin sebagai daerah dengan realisasi terbesar, disusul oleh Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Dari sisi asal negara, Jepang masih mendominasi pangsa investasi asing di Banten sebesar 22,75%, diikuti oleh Singapura (19,89%) dan Tiongkok (18,34%). Fenomena menarik terjadi dengan munculnya Seychelles sebagai salah satu investor signifikan dari kawasan Afrika Timur. Negara tersebut mengucurkan dana sebesar Rp1,08 triliun (pangsa 8,31%) yang difokuskan pada sektor industri kimia, farmasi, serta industri alas kaki.

Sinergi Strategis Bank Indonesia

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Banten Sofwan Kurnia menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Bank Indonesia menyoroti tiga poin krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan. Pertama, Bank Indonesia siap mendampingi Pemerintah Provinsi Banten sebagai mitra strategis dalam memberikan advisory di bidang ekonomi dan keuangan daerah. Kedua, sektor pariwisata Banten memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu peluang investasi unggulan.

“Ketiga diperlukan strategi komunikasi yang kuat, konstruktif, dan terarah dalam mengemas berbagai potensi serta perkembangan positif daerah guna meningkatkan daya tarik investor untuk menanamkan modal di Provinsi Banten salah satunya adalah lewat media,” katanya.

Ke depan, KPwBI Provinsi Banten siap memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi serta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Banten dalam mempromosikan potensi investasi unggulan daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah serta penyerapan tenaga kerja, sehingga mampu memberikan kontribusi yang semakin optimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banten.

bisnisbanten.com