RSAW melalui AWTC Perkuat Kompetensi Dokter Umum dalam Penatalaksanaan Penyakit Mata di Layanan Primer

BISNISBANTEN.COM -– Achmad Wardi Training Center (AWTC), lembaga pendidikan dan pelatihan kesehatan terakreditasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berada di bawah naungan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi BWI-DD (RSAW), menyelenggarakan Primary Eye Care Workshop: Peningkatan Kompetensi Penatalaksanaan Penyakit Mata bagi Dokter Umum di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
Kegiatan ini diikuti oleh dokter umum dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jakarta, Depok, Tangerang, Serang, Pandeglang, hingga Kabupaten Lebak. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen AWTC dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dokter umum yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Direktur Utama RSAW, dr. Pradipta Suarsyaf, MMRS, menegaskan bahwa penguatan kompetensi dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan kebutuhan nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata sekaligus memperkuat sistem rujukan nasional.
“Semakin banyak kasus mata yang dapat diselesaikan secara tepat di fasilitas kesehatan tingkat pertama, maka semakin cepat pasien memperoleh penanganan yang dibutuhkan. Tidak semua kasus harus dirujuk. Banyak kondisi yang sebenarnya dapat ditangani di klinik maupun puskesmas apabila dokter memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai,” ujarnya.
Menurut dr. Pradipta, kebutuhan pelatihan ini muncul dari berbagai masukan yang diterima RSAW dari klinik dan fasilitas kesehatan primer terkait tingginya rujukan kasus mata yang sebenarnya masih dapat ditangani di tingkat layanan pertama. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada efektivitas pelayanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kendala administratif dalam sistem pembiayaan kesehatan.
Karena itu, AWTC merancang workshop ini dengan pendekatan yang lebih aplikatif melalui porsi praktikum yang lebih besar dibandingkan seminar konvensional. Peserta tidak hanya memperoleh penyegaran ilmu, tetapi juga berlatih secara langsung keterampilan yang dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari.
Workshop menghadirkan dr. Shaelva Lassa Sabatini, Sp.M sebagai narasumber utama dengan materi meliputi fondasi klinis mata, pemeriksaan oftalmologi dasar, penatalaksanaan penyakit mata di layanan primer, hingga kegawatdaruratan dan trauma mata. Peserta juga mengikuti berbagai sesi praktikum seperti pemeriksaan tajam penglihatan, penanganan benda asing pada kornea dan konjungtiva, serta penggunaan alat-alat oftalmologi dasar.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Pradipta juga menyampaikan bahwa RSAW saat ini memiliki layanan yang semakin komprehensif dengan berbagai layanan subspesialistik mata, serta terus mempersiapkan diri menuju rumah sakit mata dengan tingkat kompetensi utama sesuai arah kebijakan transformasi layanan kesehatan nasional.
Sementara itu, AWTC menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra belajar bagi tenaga kesehatan Indonesia. Sebagai lembaga diklat kesehatan yang telah terakreditasi Kementerian Kesehatan RI, AWTC terus mengembangkan program-program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak sekadar menjadi sarana pemenuhan SKP, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri dokter dalam menangani kasus mata. Pada akhirnya, manfaat terbesar harus dirasakan oleh masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas,” tutup dr. Pradipta.
AWTC menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dari berbagai daerah, kepada narasumber dan fasilitator yang telah berbagi ilmu, kepada seluruh jajaran RSAW atas dukungan penyelenggaraan yang paripurna, serta kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.
Melalui kegiatan ini, AWTC berharap dapat terus berkontribusi dalam peningkatan mutu tenaga kesehatan Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan mata yang berkualitas dan mudah diakses oleh masyarakat.









