Ribuan Pengunjung Ramaikan Festival Anak Sholeh, UMKM Ikut Kecipratan Rezeki

BISNISBANTEN.COM — Event Festival Anak Sholeh yang diselengarakan Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Banten tidak hanya membawa dampak religi, melainkan memberikan dampak ekonomi sektor riil bagi masyarakat.
Hal ini terlihat dari banyaknya produk UMKM di sekitar lokasi acara di halaman Masjid Raya Syekh Nawawi Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Rabu 30 September 2026.
Pantauan kami di lokasi acara, ada puluhan stand yang menjual produk UMKM. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi juga terdapat penjual kaki lima, mulai dari siomay, batagor hingga beraneka ragam jenis minuman.
“Alhamdulillah sih, acara ini kan yang datang banyak. Apalagi ibu-ibu dan anak – anak otomatis pada jajan dan minum,” kata Suriah, salah seorang penjual batagor.
Kata dia, dari sekian acara yang pernah dilakukan di kawasan KP3B, acara BKPRMI yang paling banyak pembelinya karena mayoritas yang datang ibu-ibu dan anak-anak.
Khotib, penjual es menuturkan sejak pagi dagangannya ramai dan ia bersyukur karena diperbolehkan jualan di sekitar lokasi acara. “Jarang sih, kalau ada acara kita diperbolehkan jualan di sekitar lokasi. Tapi kali ini, Alhamdulillah dibolehkan jualan di dekat lokasi acara,” katanya.
Seperti diketahui, Festival Anak Sholeh Indonesia tingkat Provinsi Banten diselenggarakan hari ini Rabu, 30 September 2026. Even besar ini diharapkan bisa memberikan spirit kepada generasi muda untuk menjaga nilai-nilai Islami.
Dalam kesempatan itu, Fahmi Hakim Ketua BKPRMI Provinsi Banten mendatangi sejumlah stand yang menjual produk UMKM. Fahmi terlihat berdialog seputar sektor riil yang ada dengan para pedagang.
Ketua BKPRMI Provinsi Banten Fahmi Hakim mengatakan bahwa pembangunan sebuah daerah tidak hanya dilakukan dalam bentuk fisik, tetapi juga harus dibangun dari sisi mental.
“Kita berharap masjid tidak hanya berfungsi sebagai penguatan spiritual tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang lebih riil dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk ekonomi,” katanya.









