REI Banten dan Waste4Change Gelar Forum Diskusi Bahas Tantangan Pengelolaan Sampah Kawasan

BISNISBANTEN.COM — DPD REI Banten bersama Waste4Change menggelar forum eksklusif bertajuk “Beyond Compliance – From Regulatory Challenges to Business Growth” di Swiss-Belhotel Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis (21/5/2026).
Forum tersebut digelar sebagai respons atas terbitnya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 2648 Tahun 2025 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Sampah di Kawasan Permukiman, Kawasan Industri, Kawasan Komersial, dan Kawasan Khusus.
Ketua DPD REI Banten Roni Hadiriyanfo Adali mengatakan, pengelolaan sampah kawasan kini menjadi bagian dari kewajiban pengelola kawasan dan pengembang, bukan lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Regulasi tersebut menjadi tantangan baru bagi sektor properti dan pengembangan kawasan di tahun 2026.
“Pengembang kini dituntut tidak hanya membangun kawasan, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan sampah yang operasional, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi pengelolaan sampah di berbagai daerah saat ini semakin kompleks. Keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), penutupan sejumlah TPA open dumping, hingga meningkatnya tuntutan terhadap kawasan hijau dan berkelanjutan menjadi perhatian serius para pengembang.
Forum ini dihadiri anggota REI Banten, perwakilan pemerintah daerah, pengembang kawasan, serta pelaku industri yang relevan dengan pengembangan dan pengelolaan kawasan.
Selain menghadirkan REI Banten, forum tersebut juga menghadirkan Waste4Change sebagai mitra strategis pengelolaan sampah kawasan untuk memberikan perspektif implementasi dan peluang kolaborasi dalam pengelolaan kawasan berkelanjutan.
Narasumber dalam forum tersebut antara lain Ketua DPD REI Banten Roni Hadiriyanto Adali, perwakilan Direktorat Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Kementerian PKP, serta CFO & Head of Responsible Waste Management (RWM) Waste4Change Martinus Devy Adrian Manorek.
Beberapa topik yang dibahas dalam forum itu meliputi standar kawasan permukiman berkelanjutan, kondisi pengelolaan sampah kawasan saat ini, peluang bisnis pengelolaan sampah kawasan, hingga studi kasus praktik pengelolaan kawasan berkelanjutan pada developer skala besar.
REI Banten menilai pengelolaan sampah yang terintegrasi dapat menjadi bagian dari strategi diferensiasi proyek hunian sekaligus meningkatkan reputasi dan nilai tambah kawasan di tengah persaingan industri properti yang semakin kompetitif.
Sementara itu, Waste4Change sebelumnya juga menegaskan pentingnya transformasi sistem pengelolaan sampah modern dan ekonomi sirkular di Indonesia seiring penutupan TPA open dumping dan meningkatnya tantangan lingkungan.
Perwakilan Waste4Change Hana Nur Amalia mengungkapkan, Waste4Change merupakan perusahaan pengelolaan sampah berbasis teknologi dan keberlanjutan yang didirikan untuk membantu mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di Indonesia.
Perusahaan ini dikenal fokus pada penerapan konsep ekonomi sirkular melalui layanan pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, pengolahan hingga daur ulang sampah secara terintegrasi. Waste4Change juga aktif mendampingi perusahaan, kawasan industri, pengembang properti, hingga pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
Dalam forum bersama REI Banten, Waste4Change hadir sebagai mitra strategis untuk memberikan solusi pengelolaan sampah kawasan berbasis teknologi modern dan ramah lingkungan.
Ia menambahkan, bahwa pengelolaan sampah kawasan kini tidak lagi hanya dipandang sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah bagi pengembang.
Waste4Change menawarkan berbagai model kemitraan pengelolaan sampah, mulai dari service contract, pengelolaan infrastruktur seperti TPS3R dan bank sampah, hingga pengembangan program community development berbasis lingkungan.
Selain itu, perusahaan tersebut juga mendorong penerapan standar ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam pengembangan kawasan agar dapat meningkatkan reputasi proyek, nilai aset, serta daya tarik pasar jangka panjang.
Dalam forum itu, Waste4Change turut memaparkan studi kasus pengelolaan kawasan berkelanjutan pada developer skala besar, termasuk strategi pengurangan residu sampah, efisiensi operasional, dan implementasi sistem pengelolaan sampah terintegrasi.









