Puluhan Juta per Bulan dari Usaha Servis Kamera

- Advertisement -

BISNISBANTEN.COM — Tidak sedikit pelaku bisnis yang memulai usahanya dari hobi yang digelutinya. Hobi yang menjadi aktivitas menyenangkan dapat menjadi suatu ladang bisnis dan tentu mampu meraup omzet jutaan rupiah. Salah satunya yaitu bisnis di bidang servis kamera yang ditangani Dede Yahdani. Bisnis yang dikerjakannya yaitu melayani jasa perbaikan serta beberapa kendala yang terjadi pada kamera dan menerima jasa video dan
foto.

“Awalnya saya dan teman-teman hanya menerima jasa foto dan editor video saja. Karena hobi dan kamipun menggunakan kameran dalam aktivitas sehari-hari. Akhirnya jika ada kerusakan ditangani sendiri hingga dari teman ke teman mulai meminta bantuan. Sekarang ini jadi usaha tambahan,” katanya, saat diwawancarai di tempatnya, Kompleks KPPN, Jl Karya Bakti, 2A No. 11, Ciceri, Kota Serang, Kamis (14/9).

Di bawah bendera usaha multimedia itulah, ia sukses menekuni usaha tersebut dengan omzet mencapai Rp20 juta per bulan. Namun, jika sedang sepi, omzetnya hanya mencapai Rp5 juta dalam sebulan.

“Perbaikannya tergantung dengan masalah dan kesulitan saja,” ucapnya.

Ia menjelaskan, jasa servisnya tersebut menjadi salah satu usaha yang pertama kali ada di Kota Serang. Mesin-mesin yang disediakan untuk perbaikan pun lebih lengkap dan sangat mengutamakan kepercayaan konsumen pada jasanya.

“Biasanya jasa services kamera lain, jika tidak sangup memperbaiki akan dibawa ke Jakarta. Kalau kami langsung diperbaiki disini dan tidak dibawa sampai ke Jakarta. Teknisi dari Jakarta yaitu Pasar Minggu yang langsung datang, bukan barangnya yang kami bawa ke sana,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukannya, untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen. Bisnis yang dibuka bersama kawan-kawannya tersebut mayoritas menangani masalah terkait fleksibel auto fokus ataupun kamera yang berjamur. Pengerjaannya memakan waktu paling lama 4 hari.

“Kisaran harga disesuaikan dengan tingkat kesulitan. Kisaran harga paling sulit yaitu Rp400 ribu hingga Rp 2 juta.  Untuk perbaikan body kamera lebih mahal, sementara untuk masalah jamur kamera Rp 80 ribu saja,” katanya.

Selama ini, usaha yang baru digelutinya kurang lebih selama tiga bulan itu mendapat respon baik dari masyarakat. Di Kota Serang sendiri tidak banyak yang melayani jasa yang diberikannya. Disamping itu, ia juga mengembangkan bisnis dengan cara melakukan promosi atau membuka informasi melalui media sosial.

“Dari medsos itu khususnya Facebook kami bisa melayani konsumen dari berbagai daerah. Dalam sehari selalu ada 1-5 perbaikan atau konsumen yang datang. Alhamdulillah walaupun baru memulai, ternyata mendapat respon yang baik dan mereka puas dengan pelayanan saya. Kedepan saya berharap akan lebih berkembang lagi,” ungkapnya. (gag/red)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

1,048FansSuka
854PengikutMengikuti
31PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

BNI Optimalkan Layanan Digital

BISNISBANTEN.COM-- Kebutuhan layanan perbankan digital semakin meningkat selama masa pandemi ini, antara lain BNI Mobile Banking yang menjadi salah satu preferensi utama...

Triwulan 3-2020, PLN Mampu Raih Penjualan Tenaga Listrik Rp205,1 Triliun

BISNISBANTEN.COM-- Meski di tengah pandemi Covid, PT PLN (Persero) mampu membukukan penjualan tenaga listrik sebesar 181.638 GWh pada triwulan 3 tahun 2020...

Libur Panjang, Ini Persiapan ASTRA Tol Tangerang-Merak

BISNISBANTEN.COM -- ASTRA Tol Tangerang-Merak siap melayani pengguna jalan pada momen cuti bersama hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H/2020. Momen...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

BACA JUGA

SHARP Raih Nusantara CSR Awards 2020

BISNISBANTEN.COM -- Pandemi Covid-19 berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan dan ekonomi berbagai lapisan masyarakat. Sharp Indonesia selaku perusahaan elekronik yang memiliki perhatian...

Ini Laporan Kinerja BNI Kuartal 3-2020

BISNISBANTEN.COM -- Di Hingga akhir September 2020, total aset BNI tumbuh 12,5% year on year (yoy) terutama dikontribusi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga...
- Advertisement -
- Advertisement -