Bisnis Banten

Education Visit Kembali Kunjungi Unsera, Ajak Mahasiswa untuk Giat Investasi

BISNISBANTEN.COM – Program Education Visit yang digagas Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Banten dan Bisnis Banten kembali mengunjungi Universitas Serang Raya (Unsera) pada Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08:00 – 12:00 WIB di auditorium lantai 6 Unsera ini mengajak para mahasiswa untuk giat berinvestasi dan menjadi generasi yang melek finansial sejak dini.

Dr. Denny Putri Hapsari, SE., M.Ak mewakili Dekan Assoc Prof. Dr. Nana Umdiana, SE., M.Akt saat sambutan menyampaikan terimakasih kepada narasumber dan penyelenggara

“Semoga ilmunya dapat digunakan dan dikembangkan sebagai bekal dalam kita menjadi lulusan yang kompetitif di era sekarang ini. Kegiatan ini sejalan dengan visi Universitas Serang Raya untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha,” jelasnya di depan lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai jurusan yang menjadi audiens.

“Kami berharap, mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi juga mampu menjadi pengelola keuangan yang baik kemudian menjadi investor yang bijak juga bahkan pencipta peluang ekonomi di masa depan. Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti sebuah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh manfaatkan kesempatan pada hari ini untuk bertanya sebanyak-banyaknya. Apabila ada yang ingin lebih diketahui sesuai dengan tema yang akan diberikan oleh narasumber. Semoga kegiatannya divisi ini eee berjalan lancar, kemudian memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta serta menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang cerdas, profesional, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” ungkapnya lagi.

Selanjutnya, materi pertama tentang Lebih Dekat dengan Pasar Modal Indonesia disampaikan oleh Rizka Kardina Rachmat dari IDX atau BEI Banten.

Rizka menjelaskan banyak hal. Mulai dari pentingnya berinvestasi untuk jadi solusi inflasi hingga berbagai instrumen investasi yang bisa dipilih dengan masing-masing resikonya.

“Di Indonesia ada hampir 1.000 perusahaan yang menjual sahamnya di pasar modal. Kita harus pintar-pintar memilih saham. Saat ini ada sekitar 45 perusahaan yang bagus manajemennya, yang selalu ada barang, dan kondisi perusahaannya stabil. Perusahaan seperti ini yang sahamnya bisa kita beli untuk investasi,” jelasnya.

Ia juga memaparkan perbedaan investasi di saham, obligasi, reksadana, dan deposito yang fluktuasinya cepat. Hal ini berbeda dengan investasi emas yang pergerakannya cukup lama.

Menjawab pertanyaan Ferdian, mahasiswa Manajemen saat sesi tanya jawab, Rizka menjelaskan tentang hal yang membuat harga saham menjadi naik dan turun adalah bandar. Ia menyarankan menghindari membeli saham
saham gorengan yang ada di lapis 3. Meski saham jenis ini murah namun pembeli atau investor harus tahu apa produk yang dijual.

“Jangan sampai merugikan kita sebagai investor untuk jangka panjang,” katanya.

Menjawab pertanyaan selanjutnya dari Alya, mahasiswa Jurusan SDM, Rizka menjelaskan tentang efisiensi pasar memperoleh keuntungan. Menurutnya, yang mempengaruhi pasar saham adalah situasi dan kondisi di suatu negara misalnya kondisi perang.

“Di saat ini, investasi di saat harga-harga naik, tidak usah all in. Kalau tidak ada uang untuk investasi, ya sudah nanti saja. Kalau ada sisa uang dingin, bisa cari saham yang lagi turun,” sarannya.

Materi II :entang Praktek Pembukaan Rekening Saham yang Ada di Pasar Modal Indonesia disampaikan Defrin Yasyfa Dwi Naufalika dari Sekuritas NH Korindo.

Ia menjelaskan tentang NH Korindo yang sudah berdiri sejak 1990. Perusahaan sekuritas dari Korea Selatan ini merupakan
perantara investor dan emiten. “Kalqu beli saham, harus melalui perusahaan sekuritas,” jelasnya kepada audiens.

Materi III ditutup oleh Ansor yang menjelaskan tentang IDX mobile. Ia membahas cara mengenal dan menggunakan aplikasi IDX mobile untuk virtual trading. (Hilal)

bisnisbanten.com