Banten24

Persiapan Hari Santri 2026, FSPP Kota Serang Matangkan Agenda Hingga Usulan Sekretariat Permanen

BISNISBANTEN.COM – Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang mulai bergerak cepat mematangkan persiapan menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Agenda tahunan yang diperingati setiap bulan Oktober ini menjadi salah satu pembahasan utama dalam audiensi antara pengurus FSPP bersama Wali Kota Serang baru-baru ini.

Selain membahas HSN 2026, pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi FSPP untuk menyuarakan kebutuhan mendesak terkait fasilitas organisasi, yakni kepemilikan sekretariat permanen.

Ketua Presidium FSPP Kota Serang H. Saiful Umam mengungkapkan, bahwa sebagai organisasi yang menaungi seluruh pondok pesantren salafi maupun modern di Kota Serang, kehadiran kantor tetap sangatlah krusial. Selama ini, FSPP Kota Serang memang belum memiliki sekretariat yang permanen.

“Kami mengusulkan pemanfaatan bekas Kantor Kelurahan Kagungan di kawasan Pekarungan untuk dijadikan sekretariat organisasi. Alhamdulillah, Wali Kota Serang menyambut baik usulan ini dan berencana menyiapkan bangunan tersebut agar FSPP memiliki kantor tetap,” ujar Saiful dikutip pada Jum’at (10/07/26).

Tak hanya fokus pada kebutuhan internal, FSPP Kota Serang juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Salah satu fokus utamanya adalah mengawal program Serang Mengaji yang saat ini diterapkan di sekolah-sekolah.

Saiful menilai program pemeringkatan literasi keagamaan ini telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Berdasarkan pendataan terbaru di lapangan, jumlah siswa yang belum bisa mengaji kini terus menyusut signifikan.

Menurutnya sisa siswa belum bisa mengaji  diperkirakan tinggal 15 persen, mengalami penurunan drastis berkat intervensi masif dari program Serang Mengaji. FSPP  menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Serang Mengaji untuk mendampingi sekolah sekaligus melakukan pemetaan kemampuan siswa.

“Program Serang Mengaji ini betul-betul terasa dampaknya. Anak-anak yang sebelumnya belum bisa mengaji, sekarang sudah banyak mengalami peningkatan. Kalau program ini tidak ada, kemungkinan jumlah yang belum bisa mengaji akan jauh lebih banyak,” tambah Saiful.

Dalam pelaksanaannya, Satgas FSPP menggunakan data kemampuan membaca Al-Qur’an untuk memetakan metode pembelajaran yang tepat. Siswa yang sudah lancar dipisahkan dari siswa yang masih belajar Iqra agar proses pembinaan berjalan lebih efektif.

Kabar baiknya, gerakan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Jumlah relawan Serang Mengaji terus bertambah. Mereka kini diterjunkan ke berbagai sekolah, termasuk mengawal tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk memetakan kemampuan mengaji calon peserta didik sejak dini.

Melalui sinergi yang kuat ini, FSPP Kota Serang berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat terus mengalir, sehingga target besar untuk mengikis habis angka buta huruf Al-Qur’an di Kota Serang dapat berjalan optimal. (Siska)

bisnisbanten.com