Banten24

Pemkab Serang Dan Phri Bangun Konektivitas Desa Dan Destinasi Wisata

BISNISBANTEN.COM- Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Republik Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang menjalin kerjasama membangun konektivitas desa wisata dan destinasi wisata utama Pantai Anyer-Cinangka. Konektivitas dibangun untuk pengembangan desa wisata dan peningkatan waktu kunjungan wisatawan ke kawasan objek wisata Pantai Anyar-Cinangka, sehingga diharapkan saling menguntungkan.

Itu disampaikan Ketua PHRI Kabupaten Serang Yurlena Rachman dalam keterangan tertulis yang disampaikan melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, Rabu (1/11/2023).

“Kami akan bangun konektivitas antara desa wisata dan destinasi wisata utama Anyer dan Cinangka dengan Disporapar,” ungkap Yurlena.

General Manager (GM) Hotel Pesona Krakatau ini juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat Pengurus PHRI bersama Disporapar Kabupaten Serang terkait kerjasama tersebut dan konektivitas dengan Desa Wisata Cikolelet Kecamatan Cinangka dan Desa Wisata Padarincang Kecamatan Padarincang di Hotel Mambruk. Bahkan, pada Selasa (31/10/2023), pihaknya juga sudah melakukan kunjungan ke dua desa tersebut untuk memberikan masukan apa yang harus dikerjakan oleh desa, PHRI, dan Pemda.

“Selanjutnya, kami akan lakukan kerjasama antara desa wisata, PHRI, dan Pemda,” terangnya.

Yurlena pun mendukung wacana membangun konektivitas desa wisata dan destinasi wisata dengan memberikan saran dan masukan kepada desa wisata dalam mengembangkan wisata desa.

“Program ini memerlukan waktu panjang dan kontinuitas terhadap jasa atau produk wisata yang ditawarkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya menjelaskan, konektivitas dibangun untuk pengembangan desa wisata dan peningkatan waktu kunjungan wisatawan ke Anyer, sehingga diharapkan akan saling menguntungkan. Anas berharap, adanya kerjasama pembangunan konektivitas desa wisata dan destinasi wisata mampu membangun pariwisata di desa lebih berkembang dan konsisten dengan ikon atraksi atau kegiatan yang dijual, sehingga terjadi perubahan dengan inovasi yang baru sesuai kearifan lokal yang akan menambah daya tarik pengunjung wisata.

“Desa yang akan mengawali untuk dilakukan konektivitas, yaitu Desa Cikolelet, Desa Padarincang, dan Desa Kubang Baros yang Insya Allah akan jadi pemacu desa wisata lainnya untuk berusaha menarik perhatian pengunjung,” ungkap mantan Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang ini.(Nizar)

bisnisbanten.com