Banten24

Pedagang Musiman Hewan Kurban Mulai Ramai di Kota Serang, Salah Satunya dari Bima NTB

BISNISBANTEN.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha, lapak penjualan hewan kurban mulai bermunculan di Kota Serang. Salah satunya adalah lapak milik Suryani yang berlokasi di kawasan Jalan Baru BIP (Bumi Indah Permai), tepatnya sekitar 200 meter setelah perlintasan rel kereta api.

Tahun ini, Suryani khusus mendatangkan sapi-sapi terbaik langsung dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski baru dibuka selama lima hari sejak Senin lalu, antusiasme pembeli tergolong tinggi. Tercatat sudah empat ekor sapi laku terjual dari total stok yang tersedia.

Suryani mengungkapkan bahwa tahun ini terjadi kenaikan harga dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu harga termurah dipatok Rp14,5 juta, tahun ini harga paling rendah berada di angka Rp17 juta.

“Tahun ini harga pengambilan di NTB memang sudah tinggi. Pasokan sedikit tapi permintaan banyak, terutama dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah yang mengambil stok pakai kapal besar. Jadi harga di tingkat peternak ikut naik,” ujar Suryani saat dihubungi melalui telepon pada Jum’at (24/04/26).

Daftar harga sapi di lapak Suryani bervariasi tergantung bobot dan jenisnya, untuk Sapi Lokal NTB Rentang harga Rp17 juta hingga Rp25 juta (Bobot mulai 200 kg ke atas). Sedangkan untuk Sapi Peranakan (Campuran) Harganya antara Rp 29 juta hingga Rp31 juta.

 “Yang paling mahal itu Sapi Brahma, dia itu Sapi India, ini jenis paling premium yang mencapai harga Rp40 juta dengan bobot melebihi 600 kg,” terangnya.

Meskipun tim dari Dinas terkait biasanya baru melakukan pemeriksaan di minggu-minggu terakhir menjelang Lebaran, Suryani menjamin seluruh hewan kurban yang dijualnya dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

“Semua sapi saya sudah bersertifikat lengkap. Cukup umur dan kesehatannya dijamin. Jadi pembeli tidak perlu ragu lagi untuk ibadah kurban,” tegasnya.

Salah satu keunggulan membeli di lapak ini adalah layanan perawatan maksimal. Sapi yang sudah dibeli bisa dititipkan hingga dua atau tiga hari sebelum hari raya tanpa biaya tambahan.

Selama masa penitipan, sapi diberi pakan berkualitas berupa campuran rumput dan dedak padi hasil penggilingan, bukan ampas tahu, guna menjaga bobot dan kesehatan sapi.

Tahun lalu, Suryani berhasil menjual sebanyak 36 ekor sapi dengan omzet mencapai sekitar Rp800 juta. Untuk tahun ini, ia berharap 30-an ekor sapi yang dibawanya bisa segera habis terjual lebih cepat.

Bagi masyarakat Serang yang sedang mencari hewan kurban, lapak Suryani di kawasan BIP menjadi salah satu opsi strategis dengan pilihan sapi yang beragam, mulai dari jenis lokal hingga sapi Brahma yang berukuran jumbo. (Siska)

bisnisbanten.com