Bisnis Banten

Menteri ATR/BPN Bagikan Sertifikat Tanah Gratis di Ciomas, Targetkan Sertifikasi 4 Juta Bidang

BISNISBANTEN.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto menargetkan penyelesaian 4 juta bidang tanah bersertifikat di Banten hingga 2024. Sampai saat ini sertifikasi tanah sudah 3,7 juta bidang yang terealisasi.

Demikian disampaikan Hadi kepada awak media usai membagikan sertifikat tanah gratis program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada sejumlah warga di Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Kamis (27/7/2023).

Kedatangan Hadi di Ciomas untuk menyerahkan sertifikat gratis kepada warga didampingi sejumlah pejabat penting di Banten. Di antaranya Penjabat Gubernur (Pj) Banten Al Muktabar, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Dandim 0602/Serang Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo, pejabat unsur Polres Serang Kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciomas, para Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Ciomas, dan para tokoh masyarakat setempat.

Advertisement

Selain menyerahkan sertifikat gratis, Hadi juga mengajak berbincang warga penerima sertifikat dan memberikan pesan penting, yakni agar kepemilikan sertifikat tanah jangan disalah gunakan. Kalaupun diagunkan untuk modal usaha, Hadi menyarankan agar menjaminkan sertifikat kepada koperasi atau perbankan yang legal, jangan sampai ke rentenir.

Hadi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten secara global mencapai Rp90,5 triliun, dan Rp85 triliun di antaranya dari hak tanggungan masyarakat. Artinya, Hadi menilai, hasil pinjaman perbankan untuk usaha di Banten produktif. Oleh karena itu, Hadi menegaskan, pihaknya akan mendorong agar program PTSL terus dilanjutkan, karena sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Di Banten, ada target 4 juta bidang yang harus diselesaikan. Sampai saat ini sudah terealisasi 3,7 juta bidang. Sisanya akan kita selesaikan di tahun 2023-2024,” ungkap mantan Panglima TNI ini.

Dijelaskan Hadi, program PTSL merupakan program nasional dan masyarakat dapat mengikutinya secara gratis.

“Kami pastikan gratis, tidak ada pungutan,” tegas pejabat kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 November 1963 ini.

Bapak dua anak ini menilai, masyarakat di Banten, khususnya Kabupaten Serang memiliki potensi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sebagian dijalankan kalangan milenial.

“Kita doakan masyarakat produktif, banyak UMKM,” tandas lulusan Akademi Angkatan Udara (AU) tahun 1986 ini.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyambut baik adanya program sertifikat tanah gratis yang dinilai bermanfaat untuk masyarakat di wilayahnya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas program ini,” ucap Politisi Partai Golkar ini.

Dengan adanya program sertifikat tanah gratis, kaya Tatu, masyarakat mempunyai tanah dan bangunan dengan kepemilikan yang jelas. Kemudian, lanjut Tatu, masyarakat juga dapat mengakses ke perbankan untuk pengembangan usahanya.

“Tapi, menjaminkan sertifikatnya harus ke perbankan resmi, jangan sampai ke rentenir, pesan Pak Menteri seperti itu,” saran bupati dua periode ini.

Tatu menambahkan, pihaknya juga sudah mempunyai program UMKM Bisa (Bela, Beli, Sejahtera). Terkait akses UMKM terhadap pinjaman perbankan, pihaknya juga sudah meminta kepala desa dan camat untuk dapat mengawalnya.

“Supaya masyarakat dapat memanfaatkan program kredit pemerintah dengan bunga rendah,” pungkas Tatu. (Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com