SosokYoungpreneur

Madu Al-Quro, Membaca Pasar Madu Asli di Serang yang Masih Minim

Berawal hanya sebagai pembeli madu saat bekerja di Solo, akhirnya Ramdhani Noor RM memutuskan membuka dibuka usaha madu di Anyer, Kabupaten Serang. Tepatnya di Jalan Raya Jaha Anyar, Perempatan SDN III, Desa Mekarsari, Kecamatan Anyar.

Madu-madu yang dijual lulusan S-I Double Degree National Polytechnic Institute of Cambodia & STMIK IKMI Cirebon ini berasal dari peternakan besar ada di Blora dan Jepara. Dengan label Al-Quro, madu-madu ini dikemas dalam ukuran 70ml, 140ml dan 480ml. Harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp145.000.

“Madu Al-Quro ini terdiri dari tiga varian, yakni nektar multiflora, lanceng hitam, dan madu hutan,” tutur lelaki yang pernah menjadi wartawan kampus di Xpresi Radar Banten.

Advertisement

Nama madu Al-Quro ini dijelaskan pehbi futsal, desain, dan gesut kaos berasal dari nama anak, maknanya dari kata Iqro, membaca.

“Tujuannya untuk membaca pasar madu asli di Serang yang masih minim,” tukas finalis Kang Kota Serang 2013.

Lelaki asal Subang, peluang usaha madu di Banten sangat besar. “Terlebih baru bulan kemarin, Banten kecolongan dengan sebaran madu palsu (gula) hingga angka kurang lebih Rp7 miliar,” tukas Ramdhan.

Sementara ini, kata Ramdhan, konsumen Madu Al-Quro masih berasal dari pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Subang, Karawang, Bogor, Bekasi, Banten area, dan Purwakarta. Namun ia sudah mengirim ke luar Pulau Jawa seperti Makassar.

Advertisement

“Saat ini sudah memiliki beberapa reseller di Serang dan Subang. Paling jauh kirim ke Makassar,” tegas lelaki yang pernah bekerja di Swiss-bellin Cikande ini.

Tantangan menjalankan bisnis madu ini kata Ramdhan ada di packingan. Jika madu baru panen dari lebah, biasanya memiliki kadar tar (busa) tinggi mengakibatkan luber saat packing.

Selain itu faktor pengiriman. Kalau botol kaca, tutur Ramdhan, awal-awal suka pecah. Tapi akhirnya ketemu ilmu packing untuk botol kaca agar aman.

“Ke depannya, kita tambah stock di Anyar, karena sering kehabisan saat reseller ingin ambil. Target tetap memperbanyak reseller,” tutur kelahiran Subang, 10 November 1992 yang punya usaha selain Madu Al-Quro yakni GDST Printing (serba sablon), MyVector ID (jasa desain grafis) dan Sevi.ID (jualan kerudung dan gamis). (hila)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.