Banten24

Lapas Cilegon Buka Program Rehabilitasi Narkotika Untuk Warga Binaan

BISNISBANTEN.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon resmi membuka program Rehabilitasi Narkotika tahun 2023 bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (08/03/2023) pagi. Pembukaan dilakukan langsung Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cilegon Enjat Lukmanul Hakim di Aula Serba Guna Lapas Kelas IIA Cilegon.

Acara pembukaan dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Tahanan, Kesehatan dan Rehabilitasi, Lola Basan Baran, Keamanan dan Ketertiban pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Damari.

Kalapas Cilegon Enjat Lukmanul Hakim mengatakan, Program Rehabiltasi Narkotika tahun ini diikuti 140 warga binaan. Para Peserta dibagi dua kelompok, yakni 100 orang menjadi peserta Rehabilitasi Sosial dan sisanya peserta Rehabilitasi Medis. Ditegaskan Enjat, ke-140 warga binaan telah memenuhi syarat dan akan mengikuti kegiatan rehabilitasi selama enam bulan ke depan.

Advertisement

“Ini penting dilaksanakan, karena bertujuan untuk merubah sikap dan ketergantungan pecandu narkoba,” ujarnya.

Pembukaan Rehabilitasi Narkotika 2023 di lingkungan Lapas Cilegon juga, kata Enjat, disertakan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan pihak terkait sebagai pendukung Program Rehabilitasi Narkotika 2023 di Lapas Cilegon.

Untuk menjalankan program tersebut, pihaknya bekerjasama dengan lima institusi terkait. Meliputi Yayasan Rehabilitasi Narkotika Wahana Cita Indonesia, UPTD Puskesmas Cibeber, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Cilegon, Lembaga Bantuan Hukum Pena Keadilan Nusantara, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Cilegon.

Advertisement

Seluruh warga binaan yang kini menjadi peserta Program Rehabilitasi Narkotika diminta mengikuti proses pembinaan dengan baik dan penuh semangat. Kegiatan merupakan implementasi dari Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju dan Back to Basics, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran gelap narkoba, dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Tak hanya itu, Permenkumham Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Layanan Rehabilitasi Narkotika bagi Tahanan dan WBP di UPT Pemasyarakatan mengamanatkan agar pecandu, penyalahguna, dan korban penyalahgunaan narkotika mendapatkan layanan rehabilitasi narkotika pada Rumah Tahanan Negara, Lembaga Penempatan Anak Sementara,Lapas, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, dan Balai Pemasyarakatan.

Untuk menjalankan strategi demand reduction (pengurangan kebutuhan zat narkotika), pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kualitas hidup warga binaan yang pecandu, penyalahguna, dan korban peredaran gelap narkotika hingga pulih dan dapat diterima kembali dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat. (dik/zai)

Advertisement
LANJUT BACA

Muhammad Siddik

Wartawan bisnisbanten.com