Ekonomi

Kali Banten Tertutup Lautan Sampah Styrofoam dan Pohon Tumbang, Komunitas Peduli Sungai Ajak Pemda Bersih Sungai

BISNISBANTEN.COM – Kondisi memprihatinkan kembali terlihat di aliran Kali Banten (Sungai Cibanten), khususnya di kawasan Kelurahan Unyur, Kota Serang. Sudah lebih dari sepekan, hamparan sampah menumpuk dan menyumbat aliran air, memicu kekhawatiran akan potensi banjir dan kerusakan ekosistem lokal.

Kondisi terkini tersebut dilaporkan langsung oleh Ketua Komunitas Peduli Sungai (KPS) Banten Lulu Jamaludin, pada Rabu (03/06/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah yang mengapung didominasi oleh sampah plastik dan styrofoam—jenis limbah yang sangat sulit terurai secara alami.

Lulu menjelaskan bahwa penyumbatan parah ini dipicu oleh adanya pohon tumbang di sisi sungai, yang kemudian menahan laju sampah domestik seperti bambu, kayu, dan limbah rumah tangga. Akibatnya, volume air sungai menyusut drastis akibat aliran yang terhambat.

“Bisa dilihat, ini sudah hampir seminggu lebih kondisinya seperti ini. Sampah paling banyak adalah styrofoam yang tidak bisa hancur. Ini diduga kuat tersumbat karena adanya pohon yang tumbang di sebelah kiri saya, ditambah sampah-sampah bambu dan kayu lainnya. Tadi pagi saja mengakibatkan debit air di sana menjadi sedikit karena terhalang kerak sampah,” ujar Lulu, Rabu (03/06/26).

Fenomena unik sekaligus miris juga terlihat di lokasi, di mana ekosistem sungai mulai terganggu. Lulu berseloroh mengenai banyaknya ikan sapu-sapu berukuran tidak wajar yang mendiami tumpukan sampah tersebut. “Ikan sapu-sapunya sudah gede-gede, sudah seperti ikan hiu,” tambahnya.

Merespons kondisi yang kian parah, KPS Banten berencana mengambil tindakan nyata dalam waktu dekat. Mereka mengagendakan aksi gotong royong untuk membersihkan area sumbatan tersebut.

Namun, Lulu menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh komunitas semata. Ia meminta keseriusan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera menerjunkan personel dan armada ke lokasi.

“Mudah-mudahan pekan ini atau pekan depan kami akan bergerak membereskan dan membersihkan ini. Kami juga sangat berharap kepada Pemkot Serang dan Pemprov Banten bisa segera turun ke lokasi untuk membantu membersihkan sampah ini secepatnya,” tegasnya.

Di akhir laporannya, Lulu juga memberikan imbauan keras namun menggelitik bagi masyarakat yang masih teledor membuang sampah sembarangan ke aliran sungai. Ia mengingatkan bahwa sungai bukanlah tempat pembuangan akhir.

“Harapan kami kepada masyarakat, tolong dengan sangat, jangan buang sampah di Kali Banten. Sungai ini bukan tempat buang sampah,” pungkas Lulu. (Siska)

bisnisbanten.com