Gelar Kontes Durian Lokal Geblugan, Sasahan Waringinkurung Dinilai Layak Jadi Desa Agrowisata

BISNISBANTEN.COM- Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang menggelar Kontes Duren Geblugan Lokal yang menjadi agenda rutin tahunan di Gedung PKBM Pena Ilmu, Desa Sasahan, Selasa (23/1/2024). Desa yang mempunyai ikon Salak dan Pisau selain Durian itu pun dinilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten layak disebut sebagai Desa Agrowisata.
Kontes dihadiri Mantan Menteri Pertanian era Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Anton Apriyantono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Wawan Gunawan, Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Beni Kusnandar dan jajaran, Camat Waringinkurung Warnerry Poetry bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Desa (Forkopimda) Sasahan, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Camat Waringinkurung Warnerry Poetry mengapresiasi Event Kontes Duren Geblugan yang diselenggarakan Pemdes Sasahan. Camat yang akrab disapa Neri ini berharap, kontes durian rutin tahunan itu dapat memotivasi warganya untuk terus melestarikan buah yang menjadi Ikon wilayah tersebut. Kata Neri, kontes durian sudah dua tahu vakum lantaran hasil produksi durian Sebelumnya kurang bagus dari segi rasa dan aroma. Meski demikian, menurut Neri, kondisi itu tidak hanya terjadi di Desa Sasahan saja, melainkan juga secara umum terjadi di wilayah lain, diduga dampak dari pandemi Covid-19 yang memengaruhi kualitas rasa dan aroma durian itu sendiri.
“Durian Sasahan ini memiliki rasa yang berbeda dari duren kebanyakan, selain enak, duriannya juga memiliki warna dan tekstur yang bagus, dan sudah terkenal,” ujarnya.

Kata Neri, Kontes Durian di Desa Sasahan sudah digelar sejak 2018 dan masih dilestarikan sampai saat ini. Neri berharap, ke depan bermunculan produk durian di luar Sasahan atau desa lain yang ada di Kecamatan Waringinkurung. Kata Neri, selain durian, Desa Sasahan juga terkenal dengan produk Salaknya yang memiliki ciri khas rasa tersendiri, tidak hanya ada rasa manis, tetapi juga ada asin dan asam seperti nano-nano.
“Salaknya juga mengandung obat herbal,” katanya.
Neri juga memberikan kepada Kades Sasahan agar Salak diolah atau tidak dimakan mentahan agar bisa dinikmati semua kalangan, seperti asinan atau keripik. Neri berharap, Desa Sasahan terus melestarikan produk yang menjadi ikon wilayahnya, mulai dari Salak, Dutian, hingga Pisau. Menurutnya, wilayah Desa Sasahan kaya akan sumber daya alam (SDA) dan produksi dari masyarakat, termasuk batik yang sudah mempunyai motiv tersendiri yang diambil dari ikon Desa Sasahan, yaitu motiv Salak dan Pisau.
“Semoga terus dilestarikan oleh masyarakat dan pisau juga jangan sampai hilang ikonnya. Semoga kontes Durian ini dapat menginspirasi dan berkelanjutan,” harapnya.
Senada disampaikan Kepala DLHK Provinsi Banten Wawan Gunawan yang mengapresiasi gelaran Kontes Duren Lokal Geblugan yang digelar Desa Sasahan. Wawan menilai, wilayah Kecamatan Waringinkurung, khususnya Desa Sasahan layak menjadi desa agrowisata dan pihaknya berencana menggelar kontes serupa di tingkat provinsi sebagai produk unggulan.
“Adanya kontes Durian lokal ini menguji rasa yang menjadi unggulan. Ke depan kami berencana adakan lomba di tingkat provinsi,” katanya. (Nizar)









