Banten24

Desa Padarincang Terapkan Sistem Inklusi Keuangan, Kemenparekraf Rumuskan Paket Wisata

BISNISBANTEN.COM – Desa Padarincang, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang dipilih Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi desa wisata inklusi keuangan, karena sudah menerapkan sistem inklusi keuangan dalam pengembangan desa wisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI pun mulai merumuskan paket destinasi wisata di wilayah tersebut.

Hal itu terungkap pada acara Gebyar Wisata dan UMKM sekaligus pencanangan Bulan Inklusi Keuangan di Alun-alun Padarincang, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Rabu (25/10/2023). Acara dihadiri Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Direktur Pengembangan Destinasi 1 Kemenparekraf RI Sri Utari Widyastuti, Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten Roberto Akyuwen, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang, jajaran direksi perbankan, mulai dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten, bank Jabar banten (bjb), dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Serang, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat, dan sejumlah Kepala Desa.

Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten Roberto Akyuwen mengatakan, Gebyar Wisata dan UMKM dilaksanakan dalam rangka memperingati puncak pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan tingkat Provinsi Banten. Tujuan akhirnya, kata Roberto, agar tingkat inklusi keuangan terus meningkat. Dijelaskan Roberto, inklusi keuangan yaitu masyarakat semakin paham dan banyak yang menggunakan produk dan layanan keuangan.

Menurut Roberto, sejauh ini koordinasi OJK dengan Pemkab Serang cukup baik, sehingga memilih Desa Padarincang sebagai puncak pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan.

“Karena Padarincang ini Desa Wisata, makanya kegiatan dinamakan Gebyar Wisata dan Pemberdayaan UMKM,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyambut baik program Bulan Inklusi Keuangan yang dinilai perlu diduplikasi ke desa-desa lain yang ada di Kabupaten Serang. Diakui Tatu, pihaknya saat ini tengah fokus mengembangkan destinasi wisata desa. Menurut Tatu, semua desa di Kabupaten Serang mempunyai potensi yang bisa dikembangkan.

“Kita tahu juga, ketika desa itu punya destinasi wisata dan wisatawan bisa berkunjung, secara ekonomi bisa bergerak,” ujar Ketua DPD I Golkar Banten ini.

Dalam upaya pengembangan desa wisata dan UMKM, menurut Tatu, dibutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk OJK dan perbankan. Pihaknya sudah menurunkan berbagai program untuk Pengembangan wisata, mulai dari sarana prasarana wisata, infrastruktur jalan, promosi, hingga program UMKM.

“Dengan hadirnya Bank Indonesia dan OJK, ini sudah pasti ada solusi dari persoalan untuk permodalan di perbankan. Inklusi keuangan juga perlu banyak disosialisasikan kepada masyarakat agar ke depan transaksi digital masyarakat Kabupaten Serang lebih luas lagi,” tandas bupati dua periode ini.

Terkait itu, Direktur Pengembangan Destinasi 1 Kemenparekraf RI Sri Utari Widyastuti mengapresiasi OJK yang menginisiasi Gebyar Wisata dan UMKM Padarincang. Menurut Sri Utari, Kabupaten Serang memiliki potensi luar biasa untuk menjadi daerah tujuan wisata.

“Dua minggu lalu kami juga sudah visitasi ke Padarincang untuk finalisasi pemetaan terkait produk wisata yang ada di Provinsi Banten,” ungkapnya.

Dengan adanya database, lanjut Sri Utari, pihaknya akan kembali menyosialisasikan dan mengkolaborasikan di website, termasuk milik Pemkab Serang untuk kesejahteraan masyarakat.
Terkait penguatan di desa wisata, sambung Tatu, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholders terkait.

“Salah satunya kita akan gandeng Biro Perjalanan untuk merumuskan paket wisata di Desa Padarincang,” ujarnya:

“Saya lihat, belum dibuat paket-paket wisata di sini. Paket itu harus dikemas menarik,” imbuhnya.

Untuk harga per paket wisata, kata Sri Utari, menyesuaikan dengan segmentasi wisatawan yang akan berkunjung ke desa wisata. Pihaknya juga akan terus memonitor perkembangan wisata di Provinsi Banten.

“Kebetulan Provinsi Banten merupakan kewenangan Wilayah Pengalaman Destinasi Regional 1,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, para pejabat melakukan pemukulan bedug sebagai tanda dicanangkannya Bulan Inklusi Keuangan, dilanjutkan dengan peninjauan ke stan UMKM, Desa Wisata Papalidan Padarincang yang memiliki aneka destinasi di aliran Sungai Cikalumpang berupa wisata alam dan wahana air. Di antaranya river cubing atau papalidan, river fun offroad, paint ball, dan camping ground. (Nizar)

bisnisbanten.com