Bulog Serang Pasok Komoditas Pangan ke KDMP Banten, Stok Dipastikan Aman 3 Bulan

BISNISBANTEN.COM — Penyaluran komoditas pangan murah untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah Banten terus berjalan secara bertahap sejak Februari 2026. Perum Bulog Cabang Serang mencatat bahwa Kabupaten Serang sejauh ini menjadi wilayah dengan realisasi penyaluran KDMP terbanyak.
Meski demikian, proses distribusi sempat mengalami kendala teknis akibat jeda pasokan pada momen hari besar keagamaan.
Kepala Bulog Cabang Serang Eko Nugroho mengungkapkan, bahwa alokasi pasokan komoditas pangan untuk KDMP sempat terhenti sejenak di pertengahan semester pertama tahun ini sebelum kembali dinormalisasi.
“Kita pasok mulai bulan Februari. Sempat ada kekosongan stok di akhir Ramadan, kemudian masuk stoknya di bulan Mei. Kita pasok lagi ke masyarakat Banten,” ujar Eko, dikutip pada Jum’at (14/08/26).
Di wilayah Kabupaten Serang sendiri, dari total sekitar 326 KDMP yang tercatat, penetrasi penyaluran dinilai masih terus dipacu. Secara keseluruhan di wilayah kerja Bulog Cabang Serang, cakupannya belum menyentuh angka 50 persen.
“Di Kabupaten Serang datanya sekitar 326, tapi yang baru dari 326 itu mungkin sekitar 25 persen,” katanya.
Eko menambahkan, meski Kabupaten Serang mencatatkan porsi penerima terbanyak, rekapitulasi menyeluruh masih terus diperbarui.
“Data jumlah keseluruhan KDMP yang sudah menerima pasokan masih dalam proses pendataan dan akan disampaikan kemudian,” jelasnya.
Untuk menjaga pemerataan distribusi, Bulog membatasi kuota pengiriman berkala bagi tiap koperasi. Namun, batasan ini bersifat per pengiriman, bukan kuota total komoditas.
“Untuk saat ini kami batasi per pengiriman kita berikan 15 dus untuk minyak. Kalau untuk beras SPHP, bagi Koperasi Merah Putih yang sudah terdaftar menjadi pengecer bisa menebus maksimal 4 ton,” terang Eko.
Setelah persediaan empat ton tersebut habis di tingkat pengecer, KDMP dapat kembali mengajukan penebusan sesuai kebutuhan operasional tanpa batasan frekuensi pengambilan.
Berikut adalah rincian skema harga tebus dan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk masyarakat.
Untuk harga, beras SPHP di tingkat konsumen akhir dibatasi maksimal Rp12.500 per kilogram. Harga tebus KDMP kepada Bulog ditetapkan Rp11.000 per kilogram.
Minyak goreng juga memiliki batas harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter, dengan harga tebus KDMP kepada Bulog Rp14.500 per liter.
Sementara gula pasir dijual Bulog dengan harga Rp17.500 per kilogram untuk masyarakat umum. Khusus anggota pengecer atau RPK, harga yang diberikan Rp17.000 per kilogram.
Seiring bertambahnya jumlah KDMP yang terdaftar sebagai pengecer resmi, laju penyerapan komoditas diprediksi akan makin cepat. Bulog pun bergerak aktif merangkul sejumlah produsen untuk menambah cadangan pasokan.
“Semakin bertambah jumlah KDMP atau pengecernya, tentunya pasokannya mungkin akan lebih cepat terkuras habis. Karena kami terus mencari pasokan dari produsen-produsen lainnya,” ungkap Eko.
Meski kebutuhan pangan diproyeksikan melonjak, pihak Bulog mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terkait ketersediaan stok di pasaran. “Sejauh ini kami prediksi untuk stoknya relatif aman sampai tiga bulan ke depan,” tegasnya.
Perhitungan ketahanan stok selama tiga bulan tersebut dipastikan mencakup seluruh rantai dan saluran distribusi resmi Bulog di Banten, tidak terbatas pada kebutuhan pasokan KDMP semata. (Siska)








