Ekonomi

Banten Investment Forum 2026, BI Banten dan Pemprov Perkuat Jejaring Investor serta Percepatan Realisasi Investasi

BISNISBANTEN.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten menggelar Investor Networking Meeting / Afternoon Tea sebagai bagian dari rangkaian Banten Investment Forum (BIF) 2026. Pertemuan ini berlangsung setelah pembukaan Karya Kreatif Banten (KKB) x BIF 2026 dan menjadi ruang dialog antara pemerintah, investor, korporasi, lembaga keuangan, pengelola kawasan industri, dan mitra strategis untuk memperkuat peluang kemitraan serta percepatan realisasi investasi di Banten.

Forum yang merupakan bagian dari penyelenggaraan KKB x BIF 2026 pada 9–11 Oktober 2026 di Tangerang Selatan tersebut mengusung semangat tema “Mengoptimalkan Potensi Penyangga Megapolitan melalui Investasi Berkualitas dan Penguatan Ekosistem UMKM untuk Mendorong Daya Saing Banten”. Melalui pertemuan yang lebih informal dan terarah, para pemangku kepentingan dapat memperluas jejaring, mendalami kesiapan proyek, serta mengidentifikasi kebutuhan fasilitasi investasi.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan optimisme terhadap prospek investasi daerah. Pada 2025, realisasi investasi Banten mencapai Rp130,2 triliun dengan penyerapan 214.216 tenaga kerja. Sementara itu, pada semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp66,3 triliun atau 46,63% dari target tahunan, sehingga menempatkan Banten pada peringkat kelima nasional dalam realisasi investasi. Investasi juga menjadi komponen penting perekonomian, dengan kontribusi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap PDRB Banten sebesar 30,97% pada 2025.

Advertisement

Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk memberikan kemudahan dan kepastian berusaha melaluipercepatan layanan perizinan yang transparan dan terintegrasi, penyelesaian berbagai hambatan investasi, serta penciptaan iklimusaha yang aman dan kondusif. Komitmen tersebut diperkuatmelalui penandatanganan Komitmen Bersama MengatasiDebottlenecking Investasi bersama Bank Indonesia dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten sebagai tindak lanjut rangkaian Road to Banten Investment Forum 2026. Upaya ini diharapkan mampumempercepat penyelesaian kendala terkait lahan, tata ruang, dan perizinan sehingga proyek investasi dapat direalisasikan tepat waktudan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Gubernur juga mendorong DPMPTSP Provinsi Banten untukmengorkestrasi kegiatan investasi dengan dukungan Bank Indonesia dan OJK agar perizinan yang diterbitkan dapat ditindaklanjutimenjadi realisasi investasi.

Selanjutnya, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil KepalaBadan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Bank Indonesia Provinsi Banten atas penyelenggaraan forum investasi tersebut. Ia berharap forum serupa dapat terusdilaksanakan sebagai wadah untuk memperkuat sinergi dan mendorong investasi sebagai salah satu motor penggerakpertumbuhan ekonomi. Ossy juga menyoroti progres kolaborasiantara Kementerian ATR/BPN dan Bank Indonesia Provinsi Banten, termasuk upaya penyelarasan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP), yang diharapkan dapat mendukungoptimalisasi penerimaan fiskal daerah. Menurutnya, posisi Banten yang strategis sebagai wilayah penyangga sekaligus bagian pentingdari kawasan sekitar Ibu Kota Negara menjadikan kepastianpertanahan dan tata ruang sebagai aspek krusial dalam menarikinvestasi. Untuk itu, Kementerian ATR/BPN berkomitmenmemberikan dukungan penuh guna memastikan kepastianpertanahan dan tata ruang bagi investor sehingga investasi dapatberjalan lancar, mendorong aktivitas ekonomi, dan meningkatkankesejahteraan masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, SofwanKurnia, menyampaikan bahwa penyelenggaraan BIF 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat jejaring dan membuka peluang investasi di Provinsi Banten. Bank Indonesia akan terus berperan aktif dalam memfasilitasi sinergiantarpemangku kepentingan serta mendorong terciptanya iklimusaha yang kondusif.

Dengan semakin kuatnya investasi yang masuk dan terealisasi, diharapkan aktivitas ekonomi daerah semakinmeningkat, kapasitas produksi berkembang, dan pertumbuhanekonomi Banten semakin kuat serta berkelanjutan.

Gubernur Banten juga menyampaikan apresiasi kepada perwakilan negara sahabat, termasuk Malaysia dan Singapura, Kementerian ATR/BPN, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia Provinsi Banten, DPMPTSP, OJK, serta asosiasi dan pelaku usaha. Apresiasi turut diberikan kepada penerima Banten Investment Excellence Award 2026, khususnya perusahaan penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri yang berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi daerah.

Melalui Investor Networking Meeting / Afternoon Tea dan business one-on-one meeting, para investor dapat menjajaki kemitraan, mendalami kesiapan proyek, serta mengidentifikasi kebutuhanfasilitasi investasi. Sinergi ini juga diharapkan memperluasketerlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal dalam rantai pasokindustri, sejalan dengan penguatan kapasitas UMKM, akses pasar, dan pembiayaan dalam kerangka KKB x BIF 2026.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Banten bersama PemerintahProvinsi Banten dan mitra terkait akan terus mendorong tindaklanjut penjajakan investasi dan penyelesaian hambatan proyek. Dengan demikian, keberhasilan forum diharapkan tidak hanyatercermin dari terbentuknya jejaring bisnis, tetapi juga dari realisasiinvestasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saingperekonomian Banten.

bisnisbanten.com