Lifestyle

Dampak Terlalu Banyak Konsumsi Matcha bagi Kesehatan

BISNISBANTEN.COM Matcha dikenal sebagai minuman super yang kaya manfaat. Bubuk teh hijau asal Jepang ini digemari karena kandungan antioksidannya yang tinggi serta kemampuannya memberi energi secara alami. Namun, meski sehat, konsumsi matcha tidak boleh berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi matcha justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Salah satu dampak utama konsumsi matcha berlebihan adalah kadar kafein yang tinggi. Meski kafeinnya lebih lembut dibanding kopi, terlalu banyak matcha bisa menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, atau gelisah. Terutama jika dikonsumsi malam hari atau dalam jumlah lebih dari 2–3 cangkir per hari, matcha bisa mengganggu kualitas tidur dan keseimbangan hormon.

Selain itu, matcha juga mengandung tannin, senyawa yang jika dikonsumsi terlalu banyak bisa mengganggu penyerapan zat besi. Akibatnya, orang yang mengonsumsi matcha dalam jumlah tinggi setiap hari berisiko mengalami anemia ringan, terutama jika asupan zat besi dari makanan kurang tercukupi.

Matcha juga bersifat diuretik ringan, artinya dapat memicu frekuensi buang air kecil meningkat. Jika tidak diimbangi dengan cukup air putih, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan yang menyebabkan pusing, kelelahan, dan konsentrasi menurun. Ini sering tidak disadari karena dianggap efek dari aktivitas harian biasa.

Dalam beberapa kasus, konsumsi matcha berlebihan bisa memperberat kerja organ hati. Hal ini terutama berlaku jika matcha dikonsumsi dalam bentuk suplemen atau konsentrat tinggi. Beberapa laporan medis menunjukkan kasus gangguan fungsi hati ringan akibat ekstrak teh hijau dalam dosis besar. Oleh karena itu, takaran harian tetap perlu diperhatikan.

Tak kalah penting, matcha yang dikonsumsi dalam bentuk minuman kekinian, seperti latte, es krim, atau dessert, seringkali dicampur dengan banyak gula atau krimer. Jika dikonsumsi setiap hari tanpa kontrol, bukan manfaat kesehatan yang didapat, tapi justru peningkatan gula darah dan risiko penambahan berat badan.

Kandungan fluorida alami dalam daun teh juga bisa menjadi perhatian. Jika terlalu banyak dikonsumsi, fluorida bisa berdampak negatif bagi kesehatan gigi dan tulang dalam jangka panjang. Meskipun jumlahnya relatif kecil, tetap disarankan agar konsumsi matcha tidak melebihi takaran yang disarankan. Agar tetap sehat, batasi konsumsi matcha hingga 1–2 cangkir per hari, dan pilih versi murni tanpa tambahan gula berlebih.

(Sarah)

bisnisbanten.com