Banten24

Buka Bedolan Pamarayan, Zakiyah: Jangan Gara-gara Ikan Keselamatan Terabaikan

BISNISBANTEN.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah) membuka acara Bedolan Pamarayan yang sudah menjadi tradisi dan disambut ribuan warga di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Sabtu (17/10/2026). Zakiyah pun mengingatkan warga yang ikut serta pada pesta menangkap ikan secara massal tersebut  agar menjaga keselamatan jiwa atau tidak terlalu terhanyut dalam euforia.

“Alhamdulillah, hari ini kita membuka kegiatan Bedolan Pamarayan. Tradisi ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat sekitar Kecamatan Pamarayan dan Kecamatan Cikeusal,” ucap Zakiyah.

Bedolan Pamarayan atau tradisi menangkap ikan secara massal di sungai yang airnya sudah dikeringkan, kata Zakiyah, merupakan tradisi yang sudah dikenal sejak zaman kolonial. Kata Zakiyah, kegiatan kembali digelar sehingga langsung disambut antusias masyarakat setelah sekian tahun sempat vakum akibat sempat terjadi beberapa insiden,.

Advertisement

“Tentu, kami Pemkab Serang, khususnya BBWSC3 (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian) yang punya kewenangan terus berkoordinasi, memastikan bahwa segala sesuatu yang terkait dengan festival Bedolan Pamarayan bisa diminimalisir, baik permasalahan maupun lainnya,” ujarnya.

Zakiyah tidak menampik, sempat ada kekhawatiran pada acara akibat derasnya air Sungai Pamarayan. Kendati demikian, Zakiyah menegaskan, pihaknya sudah sudah mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Salah satu dampak yang dikhawatirkan, disebutkan Zakiyah, derasnya aliran air yang bisa menyebabkan abrasi atau longsor.

“Insya Allah sudah kita antisipasi, kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga, mengawasi segala sesuatu khawatir ada hal yang tidak kita inginkan,” tegas istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto ini.

Pihaknya, lanjut Zakiyah, sudah berkoordinasi atau meminta bantuan Polair, Basarnas, BPBD dan lainnya untuk menjaga kondusivitas di wilayah Bendungan Pamarayan.

“Saya juga mengingatkan warga yang ikut tradisi agar menikmati kegiatan tapi tetap mengutamakan keselamatan, ambil keberkahannya, tapi yang lebih penting menjaga keselamatan jiwa. Tidak ada ikan yang berharga kecuali keselamatan jiwa. Jangan gara-gara cuma ikan satu kilo keselamatan jiwa diabaikan,” imbau politisi PAN ini.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Suhardjo menambahkan, tradisi Bedolan Pamarayan menjadi agenda rutin, salah satu tujuannya yaitu melakukan pengecekan bangunan bendungan dan membuka pintu air.

“Kegiatan ini bagus, utamanya untuk pengecekan bangunan-bangunan sebenarnya yang dampaknya ke pertanian. Pintu air dibuka hanya 3 jam, dari jam 10 sampai jam 1 siang dan yang dibuka hanya pintu timur. Berarti hanya daerah Pamarayan, Bandung, Kibin, kemudian Tanara, dan Carenang,” ungkapnya.

Suhardjo memastikan, daerah yang terdampak tidak terpengaruh masa panen dan untuk pemulihannya membutuhkan waktu 5-7 hari.

“Jadi, sudah 5-7 hari normal kembali, aliran normal, sehingga dampaknya insya Allah bisa diminimalisir,” katanya.

Suhardjo berjanji, pihaknya akan melakukan evaluasi pasca kegiatan. Diungkapkan Suhardjo, Bedolan Pamarayan terakhir digelar pada 2019 atau sempat tersendat dengan berbagai peristiwa, salah satunya Pandemi COVID.

“Baru tahun ini kembali dilaksanakan. Ibu Bupati berpesan mesti evaluasi dulu, kalau evaluasinya nanti banyak baiknya ya pasti akan dilanjutkan, tapi untuk pengecekan bangunan tiap tahun pasti akan dilaksanakan Bedolan,” pungkasnya. (Nizar)

bisnisbanten.com