Banten24

Tembus Pasar Ekspor Miliaran Rupiah, UMKM Kota Serang Buktikan Kualitas Produk Lokal

BISNISBANTEN.COM – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Serang tembus pasar ekspor. Dua produk lokal unggulan, yakni emping melinjo dan kopi,  tembus pasar ekspor dengan nilai miliaran rupiah.

Untuk produk emping melinjo, CV Naufan Putra tercatat rutin melakukan ekspor ke pasar Timur Tengah dan Asia. Dalam satu kali pengiriman, volume ekspor bisa mencapai 1,8 ton.

“Total pengiriman emping bisa mencapai 5,5 ton per tahun dengan nilai transaksi sebesar Rp 496,8 juta,” tulis Kepala DinkopUKMperindag Kota Serang, Nofriady Eka Putra, melalui pesan WhatsApp Minggu, 18 Oktober 2026.

Advertisement

Nofri mengatakan, jangkauan pasar emping ini dipastikan makin meluas. Pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI), di ICE BSD Tangerang 14 hingga 18 Oktober 2026, produsen emping asal Kota Serang tersebut menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan mitra bisnis asal Belanda.

“Kesepakatan ini menjadi gerbang pembuka bagi emping melinjo untuk masuk ke pasar Eropa, sekaligus langkah awal menjajaki pasar Amerika”, jelas Nofri.

Nofri mengatakan, selain emping, produk minuman POP Kopi dari UMKM Kota Serang juga tembus pasar ekspor. Nilai ekspor kopi ini tercatat mencapai 79.000 USD (sekitar Rp 1,4 miliar) untuk pasar Prancis, dan 75.000 USD (sekitar Rp 1,4 miliar) untuk pasar Timor Leste.

Namun demikian, Nofri menjelaskan bahwa aktivitas ekspor POP Kopi ke Timor Leste saat ini terpaksa mandek sementara. Hal ini lantaran mitra penghubung di negara tujuan sudah tidak dapat dihubungi akibat meninggal dunia.

Melihat tingginya potensi produk lokal di luar negeri, DinkopUKMperindag Kota Serang terus menggenjot perluasan pasar. Berbagai fasilitas diberikan kepada pelaku usaha, mulai dari pelatihan, business matching, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran berskala internasional seperti TEI.

“Ke depan, pembinaan akan terus diarahkan agar semakin banyak UMKM Kota Serang yang mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan,” lanjut Nofri.

Pemkot Serang juga menguatkan Forum Ekspor Kota Serang.  Forum ini dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang berbagi ilmu, pengalaman, dan strategi bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, Ketua Satgas percepatan pembangunan dan investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan tembusnya produk emping dan kopi ke pasar ekspor bukanlah kebetulan. Hal ini merupakan target Rencana Strategis (Renstra) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemkot Serang.

“Setiap tahun harus ada satu (UMKM) yang ekspor, dengan terlebih dahulu dilakukan pembinaan dan fasilitas dari dinas,” ujar Wahyu yang turut hadir di Trade Expo Indonesia 2026.

Wahyu menyebut, prestasi ekspor ini juga tak lepas dari dorongan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, yang terus memacu pengusaha lokal agar semakin berdaya saing dan naik kelas.

“Ini wujud keberhasilan Pak Wali Kota, Pak Budi Rustandi, dalam men-support pengusaha lokal. Mudah-mudahan keberhasilan ini jadi batu loncatan agar produk Kota Serang makin merajai mancanegara,” tegasnya. (Siska)

bisnisbanten.com