Ekonomi

Triwulan II-2026, Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen

BISNISBANTEN.COM — Pada triwulan II-2026, perekonomian Banten tumbuh 5,49 persen. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan triwulan I-2026 sebesar 5,64 persen. Fenomena perubahan pola konsumsi masyarakat, pergeseran transaksi keuangan, hingga dinamika pertumbuhan ekonomi antar-triwulan menjadi sorotan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Banten. Faktor musiman (seasonal effect) seperti Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri hingga peningkatan literasi keuangan masyarakat dinilai menjadi pemicu utama dinamika ekonomi di wilayah Banten.

Kepala Kantor Perwakilan BI Banten Sofwan Kurnia mengungkapkan, bahwa periode Ramadan dan Idulfitri selalu memberikan efek ganda (multiplier effect) yang sangat kuat terhadap perputaran uang dan aktivitas ekonomi daerah sehingga pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2026.

“Di bulan Ramadan dan Lebaran, konsumsi masyarakat justru meningkat drastis. Ada fenomena ‘lapar mata’ saat berbuka, semangat berbagi, hingga tradisi membeli pakaian baru. Uang berputar lebih cepat mulai dari sektor pangan, kuliner, hingga bahan bakar,” ujar Sofwan.

Sofwan juga menekankan bahwa tradisi membeli pakaian terbaik menjelang Lebaran menjadi pemicu utama konsumsi rumah tangga. Namun, ia mencatat bahwa dampak ekonomi Ramadan jauh lebih besar dibandingkan Idul Adha.

“Efek ekonominya tidak sedahsyat, tidak sebesar Ramadhan. Ini seasonal effect yang sangat strong, apalagi di provinsi Banten yang sangat agamis,” jelasnya.

Namun, perbedaan kalender HBKN antar-tahun sangat memengaruhi profil pertumbuhan ekonomi dari triwulan ke triwulan. Ketika Ramadan dan Idulfitri terkonsentrasi pada triwulan tertentu, dorongan ekonominya akan melonjak signifikan dibandingkan periode lainnya.

Terkait fenomena penurunan saldo tabungan masyarakat, Sofwan menyoroti adanya penyesuaian gaya hidup akibat berkurangnya pendapatan, seperti penurunan Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi ASN atau efisiensi perjalanan dinas di sektor swasta. Menurutnya, masyarakat cenderung menggunakan tabungan untuk mempertahankan standar hidup mereka.

“Penerimaan berkurang akan menggunakan anggaran, yang paling susah itu merubah lifestyle. Lifestyle itu agak berat di-adjust dikembalikan ke posisi semula,” kata Sofwan.

Meksipun triwulan II-2026 lebih rendah dari triwulan sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten optimistis pertumbuhan ekonomi Banten akan menguat pada triwulan III-2026. Optimisme tersebut didasarkan pada pola historis pertumbuhan ekonomi, peningkatan belanja pemerintah, investasi, serta tren penyaluran kredit perbankan yang terus menunjukkan perbaikan.

Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Banten Rawindra mengatakan, bahwa berdasarkan data beberapa tahun terakhir, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten pada triwulan III umumnya lebih tinggi dibandingkan triwulan II.

“Kalau kita melihat data, pertumbuhan PDRB pada triwulan III selama beberapa tahun terakhir memang biasanya meningkat dibandingkan triwulan II. Hal ini didorong oleh meningkatnya konsumsi pemerintah karena pada semester II belanja pemerintah mulai lebih besar. Selain itu, investasi juga biasanya mulai meningkat pada periode tersebut,” ujar Rawindra.

Ia menjelaskan, indikator lain yang memperkuat optimisme tersebut adalah tren penyaluran kredit perbankan. Berdasarkan data 2023 hingga 2025, pertumbuhan kredit pada triwulan III cenderung stabil bahkan mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.
“Kalau kita melihat kinerja perbankan, khususnya kredit, sejak 2023 sampai 2025 pada triwulan III umumnya tidak mengalami penurunan, bahkan cenderung meningkat meski tipis. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi mulai bergerak lebih baik,” katanya.

Menurut Rawindra, sektor konstruksi juga akan menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan III. Ia berharap berbagai proyek pembangunan yang sedang berjalan dapat terus berlanjut sehingga mampu mendorong aktivitas ekonomi daerah.
“Pembayaran proyek-proyek konstruksi biasanya mulai meningkat pada triwulan III. Hal ini sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Banten secara keseluruhan, sehingga kami berharap proyek-proyek tersebut terus berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Dengan dukungan belanja pemerintah, investasi, pertumbuhan kredit, dan berlanjutnya proyek konstruksi, Bank Indonesia Provinsi Banten optimistis perekonomian Banten akan tetap terjaga dan memiliki peluang mencatat pertumbuhan yang lebih baik pada triwulan III 2026. (***)

bisnisbanten.com