Penjualan Mobil April 2026 Naik, BYD dan Jaecoo Mulai Ganggu Dominasi Merek Jepang

BISNISBANTEN.COM — Persaingan pasar otomotif nasional semakin dinamis pada April 2026. Kenaikan penjualan kendaraan roda empat atau lebih tidak hanya mendongkrak volume pasar, tetapi juga mengubah peta persaingan antarmerek di Indonesia.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan merek Jepang masih mendominasi pasar, baik dari sisi whole sales maupun retail sales. Namun, merek asal China mulai menunjukkan perkembangan agresif dan perlahan masuk ke jajaran papan atas.
Toyota masih mempertahankan posisi sebagai merek mobil terlaris nasional. Pada April 2026, Toyota membukukan whole sales sebanyak 25.686 unit. Angka tersebut naik sekitar 42 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 17.984 unit.
Daihatsu juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan penjualan whole sales mencapai 13.399 unit atau naik sekitar 50 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 8.916 unit.
Suzuki menjadi salah satu merek dengan kenaikan terbesar. Pabrikan asal Jepang itu berhasil mencatatkan whole sales 7.160 unit atau melonjak sekitar 57 persen dibanding Maret 2026. Kenaikan tersebut membuat Suzuki berhasil menggeser Mitsubishi Motors dari posisi ketiga pasar otomotif nasional. Sementara itu, Mitsubishi Motors cenderung stagnan. Penjualannya turun tipis sekitar 0,1 persen dari 5.190 unit menjadi 5.183 unit pada April 2026.
Di tengah dominasi merek Jepang, produsen asal China mulai memperlihatkan pengaruhnya di pasar domestik. BYD menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan paling agresif setelah mencatatkan whole sales sebanyak 4.625 unit. Angka tersebut naik sekitar 57 persen dibanding Maret 2026 yang berada di level 2.941 unit.
Jaecoo juga melanjutkan tren positif dengan penjualan 3.219 unit atau tumbuh sekitar 6 persen secara bulanan. Pertumbuhan ini memperlihatkan mulai meningkatnya penerimaan konsumen Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi dan produk otomotif asal China.
Pada segmen kendaraan niaga, Mitsubishi Fuso mencatatkan kenaikan sekitar 33 persen. Sementara Isuzu mengalami lonjakan hampir 49 persen dibanding bulan sebelumnya, didorong tingginya permintaan kendaraan komersial dan logistik.
Meski masih mendominasi, posisi sejumlah merek Jepang mulai mendapat tekanan dari pemain baru, terutama produsen kendaraan listrik asal China yang terus memperluas jaringan dan variasi produk di Indonesia.
Persaingan pasar otomotif diperkirakan semakin ketat pada semester pertama 2026 seiring meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan hemat energi, mobil listrik, dan kendaraan niaga untuk mendukung aktivitas distribusi nasional. (susi)









