Banten24

Launching Sensus Ekonomi 2026, Bupati Zakiyah Harap Masyarakat Beri Data Akurat

BISNISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang meluncurkan Sensus Ekonomi 2026 dengan slogan ‘Sinergi Sensus Ekonomi 2026’ untuk Serang Bahagia di Pendopo Bupati Serang, Senin, (18/5/2026). Diharapkan masyarakat bisa memberi Kaka data akurat dan BPS memastikan kerahasiaan data hasil sensus aman, karena dilindungi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997.

Acara peluncuran dibuka oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah). Turut hadir Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana, Kepala BPS Kabupaten Serang Tutty Amalia, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Zaldi Dhuhana, dan para pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

“Alhamdulillah hari ini kita launching Sinergi Sensus Ekonomi 2026 bersama BPS Provinsi Banten dan BPS Kabupaten Serang,” ucap Zakiyah.

Menurut Zakiyah, sensus ekonomi yang akan dilaksanakan pada Mei sampai Agustus 2026 itu diperlukan, dalam rangka memberikan gambaran nyata aktivitas usaha di wilayah Kabupaten Serang. Zakiyah berharap, setelah pelaksanaan sensus didapatkan data-data akurat, sehingga ke depan Pemkab Serang mengetahui potensi unggulan, terutama usaha di wilayah Kabupaten Serang yang bisa dikembangkan. Selain itu juga, pihaknya dapat menyusun strategi tepat untuk perekonomian di wilayah Kabupaten Serang dengan adanya data sensus tersebut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, dan Kepala Desa yang selanjutnya disosialisasikan dan edukasikan kepada masyarakat bahwa sensus ekonomi sangat penting. Zakiyah juga berharap, masyarakat dapat memberikan data yang akurat, terutama pelaku usaha, baik kecil maupun besar.

“Nanti para petugas sensus akan mendatangi masyarakat untuk mencari atau mengambil informasi itu,” terangnya.

Zakiyah memastikan, data hasil sensus aman karena dijaga kerahasiaannya dan dilindungi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Ketika masyarakat atau pelaku usaha memberikan data, maka tidak perlu khawatir karena tidak akan dipublikasikan.

“Kadang ada kekhawatiran dari masyarakat, khawatir data yang disampaikan bocor, padahal dijaga kerahasiaannya. Jadi, jangan takut, semua aman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Banten Yusniar Juliana mengatakan, yang akan didata adalah seluruh pelaku usaha dari sektor pertanian sampai jasa, serta seluruh skala usaha dari mikro sampai besar. Adapun yang akan ditanyakan, di antaranya Nomor Induk Berusaha (NIB), produknya apa, pendapatan, hingga pengeluaran untuk selanjutnya data diolah, sehingga ke depan Bupati dan jajarannya bisa memetakan dan melihat karakteristik usaha.

“Data ini bisa mendapatkan atau merumuskan strategi kebijakan yang tepat sesuai kebutuhan wilayah,” terangnya.

Kepala BPS Kabupaten Serang Tutty Amalia menambahkan, sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 sudah dilakukan melalui media radio, media cetak, dan media sosial yang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang, serta memasang spanduk-spanduk di lokasi strategis.

“Kami juga sudah sosialisasi intensif melalui media sosial. Untuk Sensus Ekonomi, kami mengerahkan 1.300 petugas,” ungkapnya.

Kata Tutty, pelaksanaan Sensus Ekonomi dilakukan 10 tahun sekali. Sedangkan BPS memiliki 3 sensus, yakni Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Sensus penduduk setiap tahun berakhiran nol, pertanian setiap tahun berakhiran 3, dan sensus ekonomi berakhiran 6. Tutty pun mengungkapkan jika pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Serang tumbuh positif berdasarkan hasil survei terakhir pada 2025 lalu. Jika responden menjawab dengan baik dan jujur ketika disensus, maka bisa dilihat dan dipertahankan tren positif tersebut.

“Setelah sensus kita bisa melihat dan mempertahankan pertumbuhan positif itu agar terus tumbuh, sehingga tidak melambat tapi terus meningkat,” pungkasnya. (dik/zai)

bisnisbanten.com