OJK Kawal Ketat Bank Banten, Targetkan RKUD Cilegon dan Perkuat Teknologi

BISNISBANTEN.COM – Kepala Kantor OJK Banten Adi Dharma, memberikan dukungan penuh atas penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Banten dengan RSUD Kota Cilegon. Langkah ini dinilai sebagai awal yang strategis untuk memperkuat sinergi bisnis, sekaligus menjadi jembatan bagi kembalinya Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kota Cilegon ke Bank Banten pada tahun depan.
Adi Dharma menegaskan bahwa OJK terus melakukan pengawasan intensif terhadap performa Bank Banten agar mampu bersaing dengan bank lain (bank kompetitor).
Adi juga menekankan bahwa tantangan utama Bank Banten adalah menyamai atau bahkan melebihi standar pelayanan yang selama ini diterima Pemerintah Kota Cilegon dari perbankan lain.
“Harapannya dari sisi pelayanan jangan sampai turun. Jangan sampai ada perbedaan kualitas antara ‘bank sebelah’ dengan pelayanan Bank Banten, terutama bagi RSUD Cilegon,” ujar Adi Dharma saat hadiri Mou antara Bank Banten dengan RSUD Cilegon, Rabu (06/05/26).
OJK juga menyoroti pentingnya digitalisasi. Pihaknya telah meminta Bank Banten untuk mempercepat adopsi teknologi dari mitra Kelompok Usaha Bank (KUB) asal Jawa Timur, dengan target penyelesaian pada Juni mendatang.
“Saat ini zaman digital, teknologi sangat menentukan bisnis. Kami minta maksimal Juni semua teknologi sudah bisa diadopsi. Tanpa teknologi, penanganan kredit ASN dan transaksi RKUD di empat kabupaten/kota yang sudah bergabung tidak akan bisa tertangani dengan cepat,” tegasnya.
Sebagai regulator, OJK Banten berkomitmen untuk “melototi” perkembangan Bank Banten secara berkala. Adi menjelaskan bahwa pertemuan dengan direksi dan komisaris dilakukan setiap triwulan untuk membedah pencapaian kinerja serta proyeksi bisnis ke depan.
“Alhamdulillah, Bank Banten saat ini sudah on the track dan berkembang dengan sangat baik. Kami kawal ketat satu per satu bisnisnya, termasuk kesiapan teknologi untuk melayani stakeholder di Kota Cilegon agar tidak terhambat dalam hal kecepatan transaksi,” tambahnya.
Selain soal operasional, OJK tengah mengawal program strategis agar pemerintah kabupaten/kota di Banten, termasuk Kota Cilegon, dapat memiliki saham di Bank Banten.
“Kami sedang mengawal agar Kabupaten/Kota bisa memiliki saham di Bank Banten. Ini sudah masuk program kita, semoga rencana ini bisa segera dieksekusi sehingga keluarga besar Cilegon pun merasa memiliki Bank Banten secara utuh,” pungkas Adi.
Dengan berbagai langkah perbaikan ini, OJK optimistis Bank Banten siap menjadi mitra utama pembangunan di Kota Cilegon dan memberikan pelayanan prima bagi seluruh masyarakat Banten.(siska)









