Bisnis Banten

Wagub Dimyati Natakusumah Serukan Isi Ramadan dengan Kebaikan

BISNISBANTEN.COM Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusuma menyerukan kepada masyarakat untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kebaikan. Ramadan dimaknai sebagai momentum untuk menjauhkan diri dari sifat iri, hasut, dan dengki, serta memperbanyak amal saleh.

“Jauhkan diri dari sifat iri, hasut, dan dengki. Pada bulan Ramadan, majelis-majelis keilmuan harus lebih ditingkatkan,” ujar Dimyati saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Makmun, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Rabu (26/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati mengajak masyarakat memaknai Ramadan sebagai bulan keilmuan. Menurutnya, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk lebih mendalami ilmu pengetahuan, teknologi, serta ilmu keagamaan sebagai bekal meningkatkan kualitas diri.

Advertisement

Dimyati juga menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membela kaum yang lemah, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat kepekaan terhadap kondisi warga di lingkungan terdekat.

“Jangan sampai ada masyarakat yang sakit tidak terobati. Jangan ada yang meninggal karena kelaparan. Pemerintah harus hadir membela kaum duafa,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa pihaknya sejalan dengan Pemprov Banten dalam upaya membela dan membantu kaum dhuafa. Melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Banten, pihaknya menyalurkan bantuan kepada anak yatim piatu, santri tahfiz, marbot masjid, pemandi jenazah, pondok pesantren, majelis taklim, dan kelompok masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah, melalui BAZNAS Kabupaten Serang, setiap kecamatan menerima bantuan sebesar Rp 44 juta,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wagub Dimyati juga menyalurkan bantuan dengan total nilai sebesar Rp 233 juta. Bantuan tersebut meliputi bantuan tongkat ketiak kepada Ibu Lamrah, kursi roda kepada Agus Suharto, serta bantuan pendidikan insidental tingkat SLTA kepada 15 siswa masing-masing sebesar Rp 1,2 juta.

Disalurkan juga santunan bagi 10 guru madrasah, guru ngaji, dan marbot masjid masing-masing sebesar Rp 500 ribu. Serta bantuan tunai mustahik dari dana zakat fitrah kepada 300 orang masing-masing Rp.100 ribu.

Bantuan lainnya berupa bantuan dana renovasi Rumah Layak Huni dari BAZNAS kepada dua penerima masing-masing sebesar Rp 25 juta, sepuluh orang pemandi jenazah masing-masing Rp 500 ribu, bantuan sarana dan prasarana kepada dua lembaga pendidikan keagamaan masing-masing Rp 10 juta, bantuan sarana dan prasarana kepada dua masjid atau musala masing-masing Rp 10 juta, serta bantuan pengadaan air bersih kepada lima lokasi masing-masing sebesar Rp 15 juta.

Advertisement
bisnisbanten.com