Program Makan Bergizi Gratis Mulai Lagi, Harga Bahan Pangan di Pasar Induk Rau Serang Merangkak Naik

BISNISBANTEN.COM – Harga sejumlah komoditas bahan pangan di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Banten, kembali bergerak naik. Kenaikan ini terjadi tepat setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir pascalibur sekolah.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (14/07/26), para pedagang mencatat pergerakan harga mulai terlihat signifikan sejak awal pekan ini. Komoditas yang mengalami lonjakan di antaranya adalah aneka cabai, kentang, kol, tomat, timun, hingga ayam potong.
Amalia, salah seorang pedagang sayur di Pasar Induk Rau, mengungkapkan bahwa cabai merah keriting menjadi komoditas yang paling cepat naik. Harganya melonjak Rp10.000 hanya dalam hitungan hari.
“Harga cabai keriting sekarang Rp40 ribu per kilogram, sebelumnya Rp30 ribu. Naiknya mulai hari Senin,” ujar Amalia, dikutip pada Rabu (15/07/26).
Tidak hanya cabai keriting, tren kenaikan juga diikuti oleh komoditas sayuran lainnya seperti Cabai Rawit naik menjadi Rp45.000/kg, sebelumnya Rp40.000/kg. Kentang naik menjadi Rp16.000/kg, sebelumnya Rp14.000/kg, Tomat naik menjadi Rp12.000/kg, sebelumnya Rp10.000/kg, sedangkan harga Kol melonjak menjadi Rp130.000/karung, sebelumnya Rp100.000/karung.
Amalia menambahkan, kenaikan paling ugal-ugalan justru terjadi pada komoditas mentimun. Saat ini, harga timun menyentuh Rp20.000 per kilogram, padahal harga normalnya biasanya hanya berkisar di angka Rp8.000 per kilogram.
Meski lapaknya tidak menyuplai langsung kebutuhan dapur Program MBG, Amalia mengaku momentum kenaikan harga ini bertepatan dengan dimulainya kembali program nasional tersebut. Di sisi lain, harga bawang putih dan wortel terpantau masih stabil dan bertahan di harga lama.
Dampak bergulirnya kembali Program MBG juga sangat terasa pada komoditas daging ayam potong. Dadang, pedagang ayam di pasar yang sama, menyebutkan harga ayam sempat anjlok drastis ketika aktivitas sekolah libur dan program MBG dihentikan sementara.
“Waktu MBG libur harga sempat Rp30 ribu, bahkan pernah sampai Rp28 ribu per kilogram. Sekarang sudah naik lagi jadi *Rp35 ribu per kilogram,” jelas Dadang.
Menurut Dadang, kenaikan harga ayam ini sudah mulai dicelotehkan oleh para pembeli setianya. “Ada pembeli yang bilang, kok sekarang mahal, katanya sejak MBG jalan lagi harga naik. Pokoknya MBG masuk, harga mulai naik,” tambahnya.
Hingga pertengahan Juli 2026 ini, cabai dan ayam potong menjadi dua komoditas yang paling dirasa membebani dompet konsumen.
Kini, para pedagang maupun pembeli di Pasar Induk Rau hanya bisa menunggu perkembangan pasokan dalam beberapa hari ke depan, berharap harga pangan bisa kembali stabil dan tidak terus meroket. (Siska)









