Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, Bupati Zakiyah Tuntaskan Rutilahu dan Kawasan Kumuh

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di bahwa kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah) dan Wakil Bupati Serang M Najib Hamas berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat, selain konsentrasi pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Di antaranya menuntaskan bangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan kawasan kumuh yang ada di Kabupaten Serang.
Terbaru, Pemkab Serang menjalin kerja sama dengan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia (YHKI) dan Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) dalam rangka perbaikan dan penataan kawasan kumuh di Kabupaten Serang di Pendopo Bupati Serang, beberapa waktu lalu. Program akan diawali di Desa Domas, Kecamatan Pontang sebagai percontohan.
Kerja sama ditandai dengan Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Bupati, Direktur YHKI Handoko Ngadiman dan Ketua Pengurus Komida Sugeng Triyono.
Zakiyah mengatakan, pertemuan dengan YHKI dan Komida sudah kali kedua, serta sudah melakukan survei ke lapangan terkait rencana penataan kawasan kumuh di Domas sebagai percontohan penataan kawasan kumuh di Kabupaten Serang.
“Hari ini tindak lanjut setelah melakukan survei yang pertama,” terangnya.
Kolaborasi dengan dua lembaga tersebut, kata Zakiyah, untuk bersama-sama menangani kawasan kumuh di Desa Domas, kecamatan Pontang, dimana pihaknya akan memulai asesmen tahun ini. Setelah MoU, sambung Zakiyah, akan ada ada tahapan berikutnya. Dengan adanya kolaborasi, Zakiyah berharap, kawasan kumuh di Kabupaten Serang terus berkurang.
“Saya mendapat informasi dari Pak Kadis Perkim (menyebut Dinas Perumahan Rakyat san Kawasan Permukiman-red), itu masih ada sekitar 160-an lagi kawasan kumuh. Salah satunya di wilayah Domas. Kami ingin menjadikan kawasan-kawasan kumuh itu tidak lagi menjadi kawasan kumuh,” jelas politisi PAN ini.
Dijelaskan Zakiyah, kawasan kumuh di Domas nanti akan ditata menjadi kawasan layak huni, sehat, dan aman bagi para penghuninya, sehingga tujuannya akhirnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, Zakiyah mengajak semua pihak lain juga untuk berkolaborasi dalam penanganan kawasan kumuh, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Kementerian. Selama penataan Kawasan kumuh berlangsung, lanjut Zakiyah, pihaknya akan menyiapkan tempat relokasi bagi warga.
“Di Domas di kawasan kumuh itu selama ini mereka tinggal di sempadan sungai yang seharusnya tidak boleh ditinggali. Itu kan termasuk bangunan liar. Makanya, kami juga hadirkan dari BBWSC3 (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian-red), kita ingin mengembalikan fungsi sempadan sungai sesuai fungsinya,” tandas istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto ini.
Jadi, lanjut Zakiyah, dari sektor kemiskinan, pihaknya selain penanganan kawasan kumuh, juga melakukan penyaluran bantuan usaha ekonomi produktif sebesar RP2,5 juta per penerima yang menjangkau 1.396 warga serta 30 paket kelompok usaha bersama senilai RP15 juta per kelompok, verifikasi dan validasi data penerima serta pendampingan usaha masyarakat kurang mampu.
“Untuk penuntasan Rutilahu, kami sudah menangani 457 Rutilahu di tahun 2025 dan sebanyak 2.400 Rutilahu lagi tahun ini untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Serang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana menambahkan, awal Agustus Pemkab Serang bisa menggandeng YHKI dan Komida dalam kegiatan penataan kawasan kumuh di Kabupaten Serang, salah satunya di wilayah Domas, Kecamatan Pontang. Penandatanganan kerja sama ini sebagai payung hukum melangkah melakukan satu kegiatan penanganan kawasan kumuh di Desa Domas. Nanti Pemkab Serang, YHKI dan Komida akan melakukan langkah-langkah yang menjadi ranahnya.
“Jadi ada 125 rumah yang akan kita relokasi di kawasan kumuh, nanti rencananya rumahnya akan dibangun oleh kita. Lahannya dibeli oleh masyarakat, tetapi difasilitasi Komida, dibeli dulu oleh kita, nanti masyarakat mencicil ke Komida. Tetapi nanti dari kami, Habitat maupun Komida akan melakukan pendampingan untuk memberdayakan mereka,” terangnya. (Advertorial)









