Banten24

Terkendala Anggaran Peringatan Mayday, Pekerja dan Buruh Temui Bupati Serang

BISNISBANTEN.COM – Puluhan pekerja dan buruh yang tergabung Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang menemui Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk beraudiensi di Pendopo Bupati Serang, Kamis (4/5/2023). Kedatangan rombongan pekerja dan buruh tersebut untuk membahas persiapan acara peringatan Mayday yang akan dilaksanakan tetapi masih terkendala anggaran.

Perwakilan aliansi pun menyampaikan permohonan bantuan anggaran untuk kegiatan Mayday tersebut kepada bupati yang disampaikan Sekretaris ASPSB Kabupaten Serang Asep Danawirya di hadapan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Diana A Utami, sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan perwakilan sejumlah aliansi Serikat buruh di Kabupaten Serang.

Usai audiensi, Asep mengatakan, pihaknya tahun ini terlambat memperingati Mayday karena terkenda anggaran. Menurutnya, kondisi itu akibat miskomunikasi di LKS dan Tripartit, sehingga pihaknya sempat khawatir tidak akan melaksanakan hiburan pada peringatan Mayday yang menjadi agenda rutin tahunan.

Atas kondisi itu, kata Asep, pihaknya sempet merencanakan aksi unjuk rasa dengan membawa 5.000 massa untuk menemui Bupati pada 10 Mei.

“Tapi, karena ibu (menyebut Bupati Serang-red) memohon jangan aksi, Insya Allah Ibu akan membantu anggaran, sehingga kita tidak jadi lakukan aksi,” aku Asep.

Diakui Asep, pihaknya terkendala menggelar acara peringatan Mayday tahun ini karena persoalan anggaran yang belum memenuhi kebutuhan. Padahal, kata Asep, sebelumnya belum pernah ada persoalan.

“Tahun ini kebetulan ada kendala, karena uang yang dikasih pemerintah hanya untuk makan dan minum saja, bagaimana untuk doorprizenya,” keluhnya.

Disebutkan Asep, kebutuhan anggaran untuk memperingati Mayday sebesar Rp130 juta. Namun tahun ini dari Pemkab Serang akan memberikan bantuan anggaran sebesar Rp55 juta.

“Jadi, peringatan Mayday jadi digelar seperti biasanya, dipusatkan di Kawasan Modern Cikande. Acaranya berupa hiburan dan kegiatan sosial,”ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan bahwa pihaknya dengan aliansi terjadi miskomunikasi berkaitan dengan Mayday. Oleh karena itu, Tatu pun meminta kepada Aliansi Serikat dan Disnakertrans agar membentuk panitia acara peringatan Mayday sebulan sebelumnya dan menyusun budget standar untuk acara.

“Kan di aliansi bergantian panitianya. Jadi, yang akan menjadi panitia tidak kebingungan soal anggaran, karena sudah tahu budgetnya berapa. Nanti soal budgetnya darimana, itu Dinas Tenaga Kerja dan kita akan bantu, juga dari perusahaan. Selama ini Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) support kok untuk kegiatan mayday,” ujar bupati dua periode ini.

Menurut Tatu, dari Aliansi kebingungan soal anggaran peringatan Mayday karena hanya melihat anggaran di Disnakertrans yang tidak mengalokasikan anggaran untuk dorprize.

“Oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dilarang muncul biaya Mayday untuk dorprize. Tapi kan kita bisa cari dorprize dari lainnya, seperti dari perusahaan atau OPD kan memberikan dorprize sangat bisa,” terangnya.

Untuk itu, Tatu memastikan, acara peringatan Mayday bisa berjalan seperti sebelumnya. Menurut Tatu, peringatan Mayday merupakan momentum ulang tahun Serikat dan Buruh sehingga harus bahagia dengan diberikan banyak hadiah.

“Jadi, enggak ada persoalan hari itu (Mayday), sejenak melepas lelah,” ujar Ketua DPD Golkar Banten ini. (Nizar)

bisnisbanten.com