Kuliner

Seafood Lezat yang Digabrug, Datang Saja Kesini?

BISNISBANTEN.COM – Kedai makan satu ini sesuai namanya, Waroeng Gabruug. Penyajian seafood yang pada awalnya diletakkan di kuali, dibawa para pelayan, dan digabrug dengan suara mengagetkan di atas meja yang sebelumnya dilapisi plastik. Ya, gabrug. Begitulah bunyinya.

Berada tak jauh dari simpang tiga di Jalan Raya Cilegon, Kepandean, Kota Serang, Banten, Warung Gabruug ini sudah hadir sejak lama yakni sekitar 2019. Di tahun itu banyak sekali warung makan seafood bermunculan dan diminati masyarakat.

Tetap eksis sampai saat ini, Warung Gabruug menyediakan aneka menu dengan bumbu khas yang menggugah selera. Mulai dari kerang, kepiting, lobster, cumi, dan udang tersedia di sini. Bagi yang terlanjur datang karena ajakan teman tapi alergi seafood, tenang saja, ada ayam, telur, kangkung, dan lain-lain yang bisa dipesan di sini.

Advertisement

Menu bisa dipesan secara paket atau satuan. Menu paket paling terjangkau misalnya seharga Rp85 ribu berisi satu porsi kerang dara, kerang hijau, dan satu ekor ikan. Menu yang bisa dinikmati 2-3 orang ini di luar nasi dan minuman ya. Untuk nasi putih, per porsi Rp5 ribu.

Oh ya, pilihan bumbu kerang dalam paket pun beragam. Ada saus tiram, saus padang, dan varian lain. Bisa dipesan dengan lebel pedas manis, manis, dan lainnya.

Waroeng Gabruug menawarkan menu unggulan seafood yang dipadukan dengan saus pedas berlevel ada level atom, level super pedas, dan lainnya. Untuk minuman, bervariasi. Coba deh minuman yang ada stroberinya, manis dan seger. Seporsi hanya Rp10 ribu.

Advertisement

Masalah tempat, cukup luas serta bersih dan nyaman. Tersedia banyak meja dan kursi. Kalau mau santai, bisa lesehan. Lahan parkir pun cukup luas dan tersedia toilet.

Letaknya yang di pinggir jalan, membuat Warung Gabruug mudah ditemukan. Tidak percaya? Buktikan sendiri. (Hilal)

Tinggalkan Komentar

Advertisement
Baca Selengkapnya

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.