Satu Tahun Memimpin, Budi-Agis Targetkan Kota Serang Jadi “Ibu Kota Sesungguhnya” Lewat Investasi

BISNISBANTEN.COM – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Serang, Budi, bersama Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia, pondasi pembangunan Kota Serang mulai menampakkan hasil nyata.
Wali Kota Serang Budi Rustandi didampingi Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia meresmikan kawasan Royal Baroe dan refleksikan kinerja selama satu tahun di pertigaan Pasar Royal, Kota Serang, Jumat (20/02/26).
Peresmian ini menjadi tonggak capaian visi “Ibu Kota Sesungguhnya” yang diusung pasangan tersebut sejak dilantik untuk masa jabatan 2025–2030.
Acara yang berlangsung di jantung ekonomi Kota Serang ini dihadiri oleh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta disaksikan langsung oleh para pedagang dan pengunjung pasar.
Dalam sambutannya, Wali Kota Budi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama setahun terakhir adalah aspek edukasi dan perubahan pola pikir masyarakat. Ia menegaskan pentingnya konsistensi dalam mengambil kebijakan, meski terkadang harus menghadapi tantangan berat.
Budi memaparkan pencapaian positif yang tervalidasi oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Angka kemiskinan mengalami penurunan signifikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat naik, dan angka pengangguran mulai menurun seiring masuknya investasi.
“Ini bukan data buatan kami, tapi data BPS. Baru satu tahun saja hasilnya sudah terlihat, bayangkan jika kita terus berjuang lebih keras lagi,” ujar Budi optimis.
Guna menekan angka pengangguran secara drastis, Wali Kota akan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait investasi. Aturan ini mewajibkan setiap industri yang masuk ke Kota Serang untuk menyerap 80 persen tenaga kerja dari warga lokal.
Sebagai langkah pendukung, Pemkot telah menjalin MOU dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. Program ini menyasar anak lulusan sekolah hingga mereka yang memiliki ijazah Paket C untuk dilatih agar siap masuk ke dunia industri, salah satunya di kawasan industri padat karya Sawah Luhur.
Transformasi fisik kota juga menjadi prioritas. Budi mencanangkan kawasan Royal Baroe dan Alun-Alun Serang sebagai ikon baru Ibu Kota Provinsi Banten. Rencananya, kawasan ini akan ditata dengan konsep modern mirip kota-kota besar di luar negeri.
“Nanti ada fasilitas modern yaitu penggunaan alat pembersih jalan bertenaga listrik seperti di Madinah.Penataan lighting (pencahayaan) di kawasan Royal Baroe yang akan memberikan nuansa seperti di London. Dan ramah pejalan kaki, integrasi jalur pedestrian dari Royal Baroe hingga Alun-Alun untuk meningkatkan ekonomi pelaku usaha lokal,” terangnya.
“Kita akan merubah nuansanya. Royal Baru akan menjadi kota yang hebat, bukan lagi sekadar pelengkap,” tegasnya.
Di sisi lain, Budi menekankan bahwa seluruh kebijakan yang diambil lahir dari pemikirannya bersama Wakil Wali Kota, bukan dari arahan konsultan politik. Ia juga menerapkan sistem Manajemen Talenta, di mana jabatan kepala dinas murni berdasarkan kinerja dan prestasi.
“Saya lebih baik mengorbankan satu pejabat daripada mengorbankan masyarakat. Pelayanan publik adalah nomor satu. Pejabat harus melayani, bukan dilayani,” tambahnya.
Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia menegaskan pentingnya kekompakan dalam memimpin. Meski banyak dinamika dan “nyinyiran” di media sosial, ia memastikan bahwa komunikasi antara dirinya dan Wali Kota tetap solid demi kepentingan warga.
“Kami berbagi peran. Kalau ada dinamika, insyaallah selesai di meja makan. Fokus kami hanya satu: mewujudkan Kota Serang yang maju dan warganya sejahtera,” ujar Agis.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga fasilitas publik yang telah dibangun. Ia menekankan pentingnya aspek kebersihan dan ketertiban agar pembangunan yang ada bermanfaat jangka panjang.
“Harapannya masyarakat mari kita jaga kebersihan dan kerapihannya. Jadikan tempat ini untuk kegiatan positif agar betul-betul bermanfaat untuk warga,” tutur Agis.
Selain fokus pada infrastruktur seperti jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang masih dalam proses penuntasan, Agis menyatakan bahwa pemerintah juga akan memberikan perhatian lebih pada pembangunan non-fisik atau sumber daya manusia ke depannya.(siska)









