Ramadan

Salam Tempel, Kinder Joys Siapkan Amplopnya Loh

BISNISBANTEN.COM — Tahu Kinder Joys kan? Itu loh makanan tepatnya camilan berhadiah mainan yang dikemas dalam bulat telur.

Nah, merek produk yang sempat viral di Tiktok karena dianggap jajanan mahal yang sering didisplay di meja kasir minimarket ini punya terobosan baru. Memanfaatkan budaya salam tempel saat Lebaran, kalau membeli Kinder Joys berhadiah amplop alias angpao loh.

Kinder Joys melihat segmentasi pembeli produk yang umumnya adalah anak-anak yang merengek minta dibelikan jajanan sultan ini. Nah selagi Lebaran, daripada orang-orang tua bingung mencari amplop kece bergambar lucu, jadi sekalian sajalah dibundling dengan amplop.

Advertisement

Amplop-amplop mini untuk salam tempel ini memang selalu ramai dijual menjelang Lebaran. Di pasar Tanah Abang, amplop Lebaran ini banyak dijajakan tukang asongan juga penjual dadakan yang mengemper di pinggir jalan. Satu pack dijual Rp10.000.

Penjual amplop salam tempel ini juga sudah banyak dijumpai di berbagai persimpangan lampu merah Kota Serang. Per pack masih dijual Rp5.000, sama seperti harga tahun lalu.

Jika dikilas balik, salam tempel atau angpau merupakan salah satu tradisi lebaran yang berupa amplop berisi sejumlah uang. Konon angpau dimulai pada masa Dinasti Qin di China. Pada mulanya, orang-orang tua biasanya mengikat uang koin dengan benang merah dan disebut dengan yāsuì qián yang berarti “uang pengusir roh jahat”.

Pada hari Lebaran, tradisi salam tempel biasanya ditunggu oleh anak-anak adalah mendapatkan uang dari kerabat saat bersilaturahim. Anak-anak sudah cukup senang apabila uang yang didapatkan tersebut uang yang masih baru, meskipun nominalnya tidak terlalu besar.

Advertisement

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Sunu Wasono mengatakan, tradisi membagikan uang saat Hari Raya menurutnya sudah ada sejak lama. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti kapan tradisi tersebut bermula.

Menurutnya, ada kemungkinan tradisi memberikan uang baru itu terpengaruh oleh budaya China, yaitu memberikan angpao seperti saat Tahun Baru Imlek.

“Kalau ditanya sejak kapan, memang tidak bisa diketahui karena dari dulu sejak ada. Ada kemungkinan terpengaruh dari budaya China yang membagikan angpao,” kata Sunu, Kamis (21/5/2020).

Pengaruh seperti itu, kata Sunu, tidak bisa disadari. Kalau sudah menjadi tradisi, dianggap sebagai bagian dari cara hidup atau kebiasaan.

Meski begitu, Sunu menyebut tradisi berbagi di hari-hara raya atau hari besar itu berlaku untuk pemeluk agama mana pun. Sunu bilang, pemberian uang baru itu bisa dimaknai sebagai simbol semangat berbagi dari orang yang memiliki rezeki berlebih kepada kerabat. (hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.