Persiapan Pemilu 2029, KPU Kota Serang Ajukan Anggaran Rp1,4 Miliar dan Wacanakan Pemekaran Dapil

BISNISBANTEN.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang mulai memanaskan mesin persiapan menuju siklus pemilu mendatang. Meski saat ini berada dalam masa non-tahapan, KPU Kota Serang telah menyusun berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan data pemilih hingga pengajuan anggaran hibah untuk sosialisasi.
Ketua KPU Kota Serang Nanas Nasihudin mengungkapkan, bahwa pihaknya saat ini fokus pada tiga target utama dalam program non-tahapan. Fokus pertama adalah pemutakhiran data pemilih yang dilakukan secara rutin dan transparan.
“Yang pertama terkait mutahiran data pemilih berkelanjutan yang setiap pertiga bulan sekali kita plenokan mengundang partai politik dan instansi terkait setelah pegiat pemilu,” ujar Nanas, Selasa (04/08/26).
Selain data pemilih, lanjut Nanas, KPU Kota Serang juga gencar melakukan pendidikan pemilih berkelanjutan. Mengingat keterbatasan anggaran hibah saat ini, Nanas menjelaskan bahwa pihaknya mengoptimalkan sarana digital dan kolaborasi akademis untuk menjangkau masyarakat.
“Kita ada sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan yaitu melalui kegiatan-kegiatan podcast. Kemudian paling kerja sama dengan kampus-kampus. Ada dua kampus yang sudah kita kerja samakan yaitu Universitas Primagraha (UPG) dan Universitas Pamulang (UNPAM) Serang. Dan ini menjadi titik baik untuk KPU untuk melebarkan kegiatan sosialisasi ke kampus-kampus,” tuturnya.
Langkah jemput bola juga dilakukan terhadap partai politik (parpol) di Kota Serang. Nanas menyebutkan bahwa proses pemutakhiran data parpol sudah hampir rampung guna meringankan beban kerja saat pendaftaran resmi dimulai nanti.
“Kegiatan terkait pemutahiran partai politik berkelanjutan, ini sudah hampir 80 persen kita sudah selesaikan kunjungan ke partai politik. Partai politik yang mereka mengalami perubahan secara struktur kepengurusan, sekretariat, hingga keanggotaan untuk persiapan 2029,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil agar proses verifikasi di masa depan tidak menumpuk.
Terkait dukungan finansial, KPU Kota Serang telah mengajukan usulan anggaran hibah kepada pemerintah daerah yang difokuskan pada penguatan partisipasi pemilih.
“Kalau untuk anggaran sendiri, sudah kita ajukan kemarin itu sebesar Rp 1,4 miliar ya untuk kegiatan sosialisasi kemudian data pemilih. Yang paling banyak nanti ke pendidikan pemilih karena itu penting,” ungkapnya.
Salah satu isu strategis yang tengah digodok adalah kemungkinan adanya pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil). Nanas menyatakan bahwa pihaknya terus memantau fluktuasi jumlah penduduk sebagai dasar penentuan kebijakan tersebut.
“Tadi kita lebih banyak diskusi seputar pemekaran dapil ya untuk persiapan 2029 itu nanti kita buatkan skemanya. Kita terus pantau fluktuasi perkembangan jumlah penduduk dan pemilih tetap melalui data pemilih berkelanjutan,” katanya.
Saat ditanya mengenai peluang realisasi penambahan dapil tersebut, Nanas optimis jika syarat administratif terpenuhi. “Kalau jumlah penduduknya signifikan ya masuk peluangnya. Nah, itu bisa direalisasikan nanti di tahapan-tahapan yang akan ada. Kita koordinasi terus nanti dengan Pak Wali juga,” pungkasnya. (Siska)









