Banten24

Peringati Hari Kartini 2026, DWP Untirta Dorong Perempuan Miliki Ketahanan Mental Kuat

BISNISBANTEN.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memperingati Hari Kartini Tahun 2026 di Auditorium Untirta, Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa (28/04/2026). Pada acara yang mengusung tema ‘Membangun Ketahanan Mental dalam Perspektif Global’ itu, DWP Untirta mendorong seluruh perempuan memiliki ketahanan mental yang kuat pada era globalisasi saat ini.

Kegiatan dimeriahkan berbagai rangkaian acara, mulai dari perlombaan hingga talkshow kesehatan yang bertujuan sebagai bentuk refleksi perjuangan emansipasi perempuan, sekaligus penguatan peran perempuan menghadapi tantangan global.

Acara dihadiri dan dibuka oleh Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman. Turut hadir Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Lembaga, Direktur Pascasarjana, para Kepala UPA, para Kepala Biro, dan Civitas Akademika Untirta, serta Ketua DWP Untirta Omah Rohmawati beserta jajaran pengurus dan anggota DWP Untirta.
Kegiatan diawali kuis (quiz) yang berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif menjawab berbagai pertanyaan yang menguji pengetahuan dan wawasan, sehingga menciptakan suasana yang hidup sejak awal acara.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan lainnya, seperti lomba video pendek, menghias kreasi kue tradisional, fashion show, serta karaoke. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan anggota DWP serta Civitas Akademika dari berbagai fakultas dan unit kerja di lingkungan Untirta.

Dalam sambutannya, Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman menyoroti relevansi nilai-nilai Kartini pada era digital saat ini. Menurut Fatah, Kartini telah memberikan teladan dalam membangun generasi intelektual melalui korespondensinya. Kartini, lanjut Fatah, membangun generasi intelektual yang tulus melalui korespondensinya.

“Filosofi ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ mengajarkan bahwa setiap proses, termasuk kegagalan merupakan bagian dari perjalanan menuju keberhasilan,” ujarnya.

Fatah juga menilai, pentingnya ketahanan mental, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis sebagai fondasi utama dalam menghadapi derasnya arus informasi global. Pada kesempatan itu, Fatah juga mempersembahkan puisi khusus untuk DWP Untirta sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Untirta Omah Rohmawati menilai, peringatan Hari Kartini merupakan momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan perempuan. Menurut Omah, Peringatan Hari Kartini merupakan momentum penting bagi DWP Untirta sebagai refleksi emansipasi wanita. Dalam konteks itu, menurut Omah, perempuan harus memiliki peran seperti R A Kartini yang memiliki daya mental dan juang yang tinggi.

“Di tengah dinamika global saat ini, perempuan dituntut untuk memiliki ketahanan mental yang kuat yang tidak hanya untuk bertahan, melainkan juga mampu beradaptasi dan tetap produktif dalam berbagai situasi,” ujarnya.

Terkait itu, Ketua Panitia Acara dr Ilma Fiddiyanti menyampaikan bahwa tema yang diangkat pada peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi jawaban atas tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurut Ilma, perempuan memiliki peran penting sebagai pilar keluarga, sekaligus arsitek peradaban dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, melainkan juga memiliki ketahanan mental yang kuat.

“Kegiatan ini bukan sekadar peringatan Hari Kartini, tetapi juga momentum untuk memastikan perempuan mampu membangun generasi yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Ilma berharap, melalui kegiatan Peringatan Hari Kartini bertema ‘Membangun Ketahanan Mental dalam Perspektif Global’ berharap, tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya membangun keluarga yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Sebagai kegiatan utama, yakni Talkshow Kesehatan menghadirkan narasumber kompeten seperti dr Ika Agitra Ningtrum yang dalam pemaparannya menekankan bahwa ketahanan keluarga menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang kuat.
Pada Hari Kartini, menurut Ika, wanita hebat adalah yang mampu menciptakan anak-anak dengan mental yang kuat. Ketahanan keluarga mencakup aspek fisik, sosial, dan psikologis yang harus dibangun melalui komunikasi positif dan nilai-nilai spiritual.

Kegiatan ditutup dengan lomba karaoke yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tercipta melalui partisipasi aktif para peserta yang menampilkan kreativitas dan hiburan. *(Vara-Angga Humas Untirta/zai)*

bisnisbanten.com