Insight

Peringatan Saat Usia Sudah Mencapai 40 Tahun

BISNISBANTEN.COM- Sahabat Muslim yang dirahmati Allah, ada pesan kepada kaum muslimin yang telah menginjak usia 40 tahun agar hendaknya banyak bersyukur kepada Allah dan bersyukur kepada kedua orangtua yang telah membesarkan hingga mencapai usia 40 tahun, dan selalu senantiasa melakukan perbuatan yang diridhoi Allah SWT.

Rasulullah SAW diutus menjadi Rasul pada usia 40 tahun, diberi amanah untuk memimpin dan membimbing umatnya pada usia yang sudah matang kedewasaannya.

Ibnu Abbas berkata “Barang siapa telah mencapai umur 40 tahun, sedangkan perbuatan baiknya belum dapat mengalahkan perbuatan jahatnya, maka hendaknya bersiap – siap masuk neraka”.

Advertisement

Allah SWT menjelaskan dalam Alquran sebagai berikut:
“Sehingga, apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa ‘Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhoi. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’” Alquran surat al-Ahqaf : ayat 15.

Dari ayat di atas, seseorang yang telah mencapai usia 40 tahun agar memperbanyak bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat-Nya yang selama ini telah Allah berikan menjadi hamba Allah ‘abdan syakuro’. Kemudian, bersyukur kepada kedua orangtua yang telah mengantarkannya ke usia 40 tahun dan berjanji untuk melakukan perbuatan yang diridhoi Allah SWT.

Sahabat muslim yang dirahmati Allah, maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, memperbanyak dzikrulloh, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.

Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya bersifat sementara. (Wa mal hayatuddunya illa mata’ul-ghurur al ayah). Sehingga terlena akan datangnya kematian, mengingatkan mati bukan berarti kita sudah tidak mau hidup di dunia ini, akan tetapi dengan mengingatkan mati, kita berharap menjadi insan yang selamat di dunia dan di akhirat kelak (Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā. Al ayah).

Advertisement

Semoga setelah usia 40 tahun, kita mampu mempergunakan sisa umur untuk ketaatan kepada Allah Azza Wajalla.

Sebagaimana perkataaan Al-Hajjaj ibnu Abdullah Al-Hakami, salah seorang amir dari kalangan Bani Umayyah di Dimasyq telah mengatakan. “Aku telah meninggalkan kemaksiatan dan dosa-dosa selama 40 tahun, karena malu kepada manusia, kemudian aku meninggalkannya (sesudah itu) karena malu kepada Allah”

Wallahualam bish-shawab
nūn, wal-qalami wa mā yasṭurụn
Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq

Ustadz H Dedi S Al Ghifary, S.Pd.I
Pimpinan MT An Nahl Cendekia dan Praktisi Dakwah Kota Serang

Advertisement
LANJUT BACA