Penuh Haru, walikota Serang Budi Rustandi dan Sekda Kenang Almarhum Syafrudin sebagai Sosok Orang Tua dan Teladan Terbaik

BISNISBANTEN.COM – Suasana duka mendalam menyelimuti Kota Serang atas berpulangnya mantan Walikota Serang, Syafrudin. Kepergian sosok pemimpin yang dikenal merakyat ini meninggalkan kesan mendalam bagi para kolega, sahabat, hingga jajaran birokrasi yang pernah bekerja bersama beliau.
Walikota Serang saat ini, Budi Rustandi, menyampaikan rasa kehilangan yang teramat sangat saat melakukan takziah. Bagi Budi, almarhum bukan sekadar rekan kerja di pemerintahan, melainkan sosok orang tua sekaligus mentor senior dalam hal kepemimpinan.
“Bagaimanapun beliau saya anggap sebagai orang tua dan senior dalam kepemimpinan. Tentu hari ini saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dilapangkan kuburnya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Budi Rustandi dengan nada penuh kesedihan.
Budi mengenang kembali masa-masa indah saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Serang, di mana keduanya selalu bersinergi demi memajukan daerah.
“Kami berdua selalu bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan Kota Serang. Bahkan, cita-cita dan program yang hari ini saya laksanakan adalah bagian dari melanjutkan perjuangan beliau,” tambahnya.
Tak hanya soal pekerjaan, Budi juga mengingat perhatian-perhatian kecil bernada kebapakan yang sering dilontarkan almarhum saat mereka mengadakan coffee morning untuk membahas program kota.
“Beliau selalu menasihati saya. Yang paling saya ingat, beliau sering bilang,’Pak Ketua, kalau pagi jangan lupa minum air putih hangat sambil kita makan-makan”. Perhatian-perhatian seperti itu yang sangat membekas, kenang Budi.
Senada dengan Walikota, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin, turut memberikan kesaksian atas kebaikan almarhum. Mewakili core ASN dan birokrasi, Nanang bersaksi bahwa Syafrudin adalah pemimpin yang sangat peduli (care) terhadap masyarakat bawah.
“Beliau orang baik dan sangat bersahaja. Kalau ada warga yang meninggal atau mengadakan hajatan, beliau selalu hadir dan tampil di depan. Beliau meninggalkan begitu banyak kesan positif bagi kami semua,” kata Nanang.
Lebih lanjut, Nanang memuji kemampuan almarhum dalam mengelola emosi. Selama memimpin, Syafrudin dikenal sebagai sosok yang jarang marah dan selalu bertutur kata dengan santun.
Sebagai seorang yang meniti karier dari bawah, mulai dari Lurah, Camat, Kepala Dinas, hingga akhirnya terjun ke dunia politik dan menjadi Walikota. Syafrudin dinilai sebagai contoh terbaik seorang birokrat tulen.
Namun, salah satu warisan mentalitas terbesar yang ditinggalkan almarhum adalah sikap legawa dan jiwa kesatrianya dalam berpolitik.
“Beliau adalah orang yang sangat konsekuen. Begitu pemilihan (pilkada) dan beliau tahu kalah, beliau langsung mengucapkan selamat kepada para pemenang. Itu adalah contoh dan edukasi politik terbaik bagi birokrasi maupun bagi para politisi di Kota Serang,” pungkas Nanang Saefudin.
Selamat jalan, Pak Syafrudin. Jasa-jasa dan dedikasimu untuk Ibu Kota Provinsi Banten akan selalu dikenang oleh masyarakat Kota Serang. (Siska)









