EkonomiKeuangan

OJK Kunjungi Lokasi Budidaya Maggot di Sentul Bogor

BISNISBANTEN.COM — OJK Kantor Regional 1 DKI Jakarta dan Banten mengunjungi lokasi budidaya maggot ke PT Maggot Indonesia Lestari di Sentul, Kabupaten Bogor, pada Jumat (3/12). Dalam kunjungan ini hadir Kepala OJK KR1 DKI Jakarta dan Banten Dhani Gunawan Idat, perwakilan beberapa dinas dari Pemprov DKI Jakarta. Rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang diterima oleh Direktur Utama PT Maggot Indonesia Lestari, Markus Susanto.

Kepala OJK KR1 DKI Jakarta dan Banten Dhani Gunawan Idat mengungkapkan, pada kesempatan ini, OJK KR1 DKI Jakarta dan Banten melakukan kunjungan ke PT Maggot Indonesia Lestari yang melakukan budidaya maggot dan sekaligus melihat bagaimana proses budidaya tersebut. Usai kunjungan kerja ini, semakin menyakinkan OJK untuk nendukung pengrmbangan ekonomi hijau yang bekelanjutan, ramah lingkungan, dan tentu harus didukung oleh semua pihak.

Advertisement

Menurutnya, budidaya maggot memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis. Budidaya maggot mudah dilakukan, tidak perlu lahan yang luas, modal yang terjangkau, dan prosesnya cepat.
“Selain itu, ramah lingkungan karena bisa menjadi biokonversi sampah dan bernilai ekonomis juga,” tuturnya.

Ia menjelaskan, saat ini, OJK semakin jelas dalam pengembangan ekonomi hijau sesuai dengan Blueprint perbankan sebaga ekonomi berkelanjutan yakni 2021-2025 sebagai pengembangan ekonomi hijau. OJK bisa mengembangkan budidaya maggot sebagai ekonomi hijau. “Dari DKI Jakarta ini, bisa dikembangkan ke provinsi lainnya termasuk di Banten karena ada manfaat besar dan budidaya ini bisa menjadi area komersil. Jadi budidaya ini ramah lingkungan dan ada nilai bisnis. OJK mendorong pemda di Banten untuk mengembangkan ekonomi hijau,” katanya.

Pemilik Maggot Indonesia Lestari, Markus Susanto mengungkapkan, budidaya maggot ini ada sejak 2013 lalu, sebagai tempat riset, tetap baru skala kecil. Mulai 2014, PT Maggot Indonesia Lestari berdiri dengan komitmen yang lebih besar lagi dan bisa eksis sampai saat ini. Lokasi ini merupakan biokonversi dalam rangka mengurangi sampah menjadi sesuatu hal yang bermanfaat.

Advertisement

Ia terus mendorong pemda di seluruh Indonesia untuk membuat kebijakan dalam rangka mengurangi sampah karena bisa mencemari lingkungan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk membuang sampah ke TPA juga besar sehingga harus ada kebijakan diambil agar sampah ini berkurang.
“Misalnya di Banten ada berapa ratus ton sampah setiap harinya mulai dari sampah pasar, sampah dari hotel, rumah tangga, perusahaan, restoran, dan lainnya. Misalnya sebagai kecil sampah tersebut mulai diolah, salah satunya budidaya maggot yang relatif mudah dan gampang dilakukan. Selain itu, ada nilai ekonomis yang didapat,” katanya. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com