Perbankan

Kinerja Melesat, Bank Banten Catat Pertumbuhan Aset hingga 32,49 Persen di 2025

BISNISBANTEN.COM  PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten atau Bank Banten  kembali menunjukkan kinerja impresif sepanjang 2025 dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan di berbagai indikator keuangan utama.

Berdasarkan paparan kinerja, total aset Bank Banten meningkat menjadi Rp10,001 triliun, atau tumbuh 32,49% secara tahunan (year on year/YoY). Ini diungkapkan Direktur Kepatuhan Bank Banten Eko Pujiyanto saat Public Expose yang berlangsung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (28/4).

Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi bisnis yang agresif serta optimalisasi pengelolaan dana.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit juga mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp5,069 triliun, atau tumbuh sekitar 32% YoY. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp6,42 triliun, meningkat 32,21% YoY dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, kinerja laba juga menunjukkan tren positif. Bank Banten berhasil membukukan laba sebesar Rp52,52 miliar pada 2025, meningkat dari Rp39,33 miliar pada 2024 dan Rp26,59 miliar pada 2023.

“Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus memperpanjang tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Secara historis, laba Bank Banten terus mengalami peningkatan. Pada 2023, laba tercatat sebesar Rp26,59 miliar, kemudian naik menjadi Rp39,33 miliar pada 2024, dan kembali tumbuh pada 2025. Tren ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjalankan strategi transformasi bisnis secara konsisten.

Eko menyampaikan bahwa peningkatan laba didorong oleh pertumbuhan pendapatan serta dampak positif dari pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang semakin optimal.

Bank Banten terus menunjukkan kinerja yang tumbuh dan berkelanjutan, baik dari sisi aset, kredit, maupun penghimpunan dana. Hal ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat peran bank dalam mendukung pembangunan daerah.

Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh berbagai langkah strategis, di antaranya penguatan kredit berkualitas, peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA), serta optimalisasi pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Selain itu, perbaikan kualitas aset melalui pengendalian kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) juga turut menopang pertumbuhan laba.

Dari sisi operasional, Bank Banten juga terus mendorong efisiensi dan mempercepat digitalisasi layanan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah sekaligus memperkuat daya saing di industri perbankan.

Sejalan dengan capaian tersebut, manajemen Bank Banten optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan pada 2026. Hal ini didukung oleh strategi lanjutan yang berfokus pada penguatan bisnis berkelanjutan, peningkatan service excellence dan operational excellence, penguatan sinergi dan kolaborasi strategis, serta pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.

Selain itu, dukungan Pemerintah Provinsi Banten sebagai pemegang saham pengendali serta meningkatnya kepercayaan stakeholder menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis Bank Banten ke depan.

Dengan kinerja yang terus membaik, Bank Banten semakin memperkuat posisinya sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif, kompetitif, dan siap melaju lebih cepat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebelum public expose berlangsung, Bank Banten menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dihadiri Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Sekda Banten Deden Apriandhi, Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami, dan jajaran direksi dan komisaris Bank Banten. (susi)

bisnisbanten.com