Insight

Mencintai 5 Perkara, Melupakan 5 Perkara

BISNISBANTEN.COM – Pada pengajian bulanan (syahriah) yang digelar di Masjid Al Ikhlas Perumahan Taman Pesona, Taktakan, Kota Serang Ahad Bada Subuh (4/6/2023) yang diisi Ketua DKM Al Ikhlas Ustadz Dedi menjelaskan salah satu hadits Rasululloh SAW:

Akan datang suatu masa pada umatku, dimana mereka mencintai lima perkara dan lupa terhadap lima perkara. Pertama, mereka cinta dunia dan melupakan akhirat. Kedua, mereka cinta hidup dan melupakan kematian. Ketiga, mereka cinta bangunan-bangunan mewah dan melupakan kubur. Keempat, mereka cinta kepada harta dan melupakan hisab. Dan kelima, mereka cinta kepada makhluk dan melupakan Pencipta.

Mencintai lima hal dan melupakan lima hal itu, antara lain:

Advertisement

1. Mencintai dunia dan melupakan akhirat.

“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal” (QS Al-Mu’min : 39)

“Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya)” (QS An Naazi’aat 37-39)

“Akan datang suatu masa umat lain memperebutkan kamu ibarat orang-orang lapar memperebutkan makanan dalam hidangan”. Sahabat bertanya, “Apakah lantaran pada waktu itu jumlah kami hanya sedikit Ya Rasulullah?,”Dijawab oleh beliau, “Bukan, bahkan sesungguhnya jumlah kamu pada waktu itu banyak, tetapi kualitas kamu ibarat buih yang terapung-apung di atas laut, dan dalam jiwamu tertanam kelemahan jiwa,” Sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud kelemahan jiwa, Ya Rasulullah?,” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati!,”. (HR Abu Daud).

Advertisement

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya. Padahal, dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)-nya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya),”

2. Mencintai hidup dan melupakan kematian

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka, apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang, sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya,” (Q.S Al A’raf : 34)
“Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS. Al Mulk: 2)

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?,” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya,” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?,” ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas,” (HR. Ibnu Majah).

3. Mencintai bangunan yang mewah dan melupakan kubur.

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik,” (QS At-Taubah : 24)

4. Mencintai harta dan melupakan hisab

”Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,” (QS Ali Imron : 10)
Sahabat Umar bin Khattab telah berpesan dalam khutbahnya, ”Buatlah perhitungan atas dirimu sebelum engkau diperhitungkan (dihisab) oleh Allah,”

5. Mencintai makhluk dan melupakan khaliq

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Qs Ali-Imran : 31).
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka,” (HR. Muslim).

Wallahu a’lam

Nuuun wal qolami wama yasthurun

Pengajian Bulanan DKM Al Ikhlas oleh
Ustadz H Dedi S Al Ghifary, S.Pd.I.
Dalam kitab Nashoihul Ibad Bab 5 Makalah ke-26
Editor: Nizar Solihin

Advertisement
LANJUT BACA

Nizar Solihin

Hobi musik, olahraga, dan traveling. Berjiwa solidaritas, pekerja keras, totalitas dan loyalitas tanpa batas. Motto 'Selalu Optimis'. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2013