Kuliner

Mencicipi Aneka Durian Super Khas Banten di Pondok DJA, Pernah Kesini?

BISNISBANTEN.COM – Tertarik mencicipi durian khas Banten sambil bersantai? Mungkin kedai durian satu ini bisa dikunjungi. DJA alias Durian Jatuhan Ajid ini cukup populer di kalangan pecinta durian.

Keberadaan DJA dan DJHA (Durian Jatuhan Haji Arif) cukup berdekatan, hanya berjarak sekitar 1 km. Dan kedua saung ini masih keluarga, Haji Arif adalah ayah dari Ajid, pemilik DJA.

Kedai DJA lebih menyerupai villa besar ketimbang sebuah lapak durian. Bangunan dua lantai yang dibangun dengan gaya tradisional Banten ini berdiri kokoh di pinggir jalan raya Pandeglang-Serang.

Advertisement

Salah satu durian istimewanya adalah durian Si Roti. Varian lain yang diunggulkan yakni Si Ketan, Si Bintang, ya dan Si Nangka.

Ada lagi Si Bolu yang daging buahnya berwarna kuning. Saat digigit daging buah terasa lembut dengan sedikit berserat.

Varian lain Si Blue Band dengan daging buah berwarna kuning mirip mentega. Daging buahnya lebih lengket dan sedikit berserat. Pada bagian antara biji dan daging buah terdapat selaput yang terasa renyah, tapi tidak terlalu tebal. Citarasa Si Blue Band ini dominan manis.

Ada lagi Si Ketan Bayong. Tekstur daging buahnya lengket seperti ketan. Sementara kata bayong berarti ikan gabus dalam bahasa Banten. Ini karena menyerupai gabus karena sosok pongge si ketan bayong memanjang, tidak membulat seperti varian lain.

Advertisement

Saat mencicip tekstur daging buahnya memang lengket dan nyaris tanpa serat. Rasanya manis dan sedikit pahit di ujung.

Hmmm bikin melting ya. Langsung datang saja, mumpung lagi musim durian. Lokasi sangat strategis di pinggir jalan raya, parkir mobil sangat luas dan fasilitas lengkap.

DJA selalu ramai dikunjungi pembeli durian. Pengunjung bisa memilih sendiri buah durian dengan berbagai varian dari yang murah hingga yang juara. Tersedia juga dalam bentuk sup buah durian. Pengunjung bisa makan di tempat sambil berselonjor di kursi panjang.

Variasi harga yang ditawarkan di sini bukan cuma ukuran besar kecil tapi juga rasa.

Sebelum berdiri megah seperti sekarang ini, pada awal 2000an, bersama sang ayah, pemilik DJA membuat tenda durian di jalanan Serang. Saat itu, usaha tendanya belum semaju sekarang, sehingga masih sulit meyakinkan banyak orang bahwa durian yang dijual merupakan durian berkualitas.

Dengan keseriusan membina para petani durian yang menjadi sumber pemasok utama warung durian miliknya, perlahan usaha ini mulai memperlihatkan hasil. Para petani diberikan keterampilan mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga cara memanen durian yang baik. Dengan cara itu, ia bisa menjamin pasokan durian yang baik.

Konsistensinya menjaga durian berkualitas membuat tenda durian jatuhan ini perlahan-lahan mulai dikenal masyarakat. Melalui promosi mulut ke mulut, usaha ini mulai berkembang pesat.

Pelanggan mulai banyak dan datang dari berbagai kota di Indonesia. Maka dibuatlah saung durian dengan lahan parkir luas. Di tempat inilah para pengunjung lebih santai dan nikmat menyantap durian berkualitas dari Serang. Indonesia memang terkenal dengan banyak varietas durian berkualitas, salah satunya durian Serang.

DJA yang dihadirkan pada 2010 sebagai perluasan usaha DJHA. Meski letaknya berdekatan, kedua saung ini berkembang dengan sangat pesat dan memiliki pelanggan masing-masing.

Untuk pasokan durian, DJA mengandalkan
kebun durian di Serang yang cukup luas, sekitar 450 hektar. Kebun ini setengahnya milik sekitar 2.000 petani. Sementara setengahnya lagi miliknya dan milik ayahnya.

Ia memiliki sekitar 125 hektar kebun durian, begitu juga ayahnya. Jadi, ada ribuan pohon durian yang siap pasok.

Setiap pohon durian memiliki rasa dan kualitas khas yang terus bertahan hingga ratusan tahun. Satu pohon satu rasa, begitu seterusnya.

Satu pohon menghasilkan durian berbeda dengan pohon lain. Karena itulah, bisa memilih buah durian dari pohon mana yang dipasok di saungnya. Sementara untuk buah durian yang tidak masuk di saung DJA disalurkan ke tempat-tempat lain.

Ciri khas durian Serang berkualitas inilah yang dijadikan sebagai daya tarik dan daya jual.

Seperti diketahui, durian tidak berbuah setiap bulan namun hanya berbuah sekitar September hingga Maret. Selebihnya tidak berbuah dalam jumlah besar. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.