Kuliner

Marno, Madu Baduy dan Motivasi Berwirausaha

BISNISBANTEN.COM — Beberapa waktu lalu sempat geger pemberitaan madu Baduy palsu. Ini tentu saja sangat meresahkan. Di samping merusak kepercayaan masyarakat untuk membeli Baduy, juga merusak daya tahan tubuh.

Jauh sebelum isu ini merebak, Marno sudah menjalankan usaha madu Baduy. Tapi bukan yang oplosan loh, apalagi yang palsu. Lulusan SMAN 1 Rangkasbitung, Lebak ini beneran berjualan madu murni dari Baduy.

“Awalnya kakak Marno yang berjualan, terus ngajak Marno. Akhirnya Marno mencari reseller dan mendistribusikan madu Baduy ini ke beberapa daerah,” tutur remaja yang tinggal di Ciboleger, Lebak ini.

Advertisement

Marno menjual madu Baduy dalam kasan botol beling dengan 500mil. Ada dua varian madu yang dipasarkan Marno yakni madu manis berwarna cokelat dan madu pahit berwarna hitam.

“Bedanya ada di rasanya yang pahit. Khasiatnya juga lebih banyak. Madu pahit biasanya dijadikan jamu sama masyarakat Baduy,” terang lelaki yang piawai bermusikalisasi puisi ini.

Marno menjamin, madu yang ia pasarkan ini murni dan bukan oplosan. “Bisa dites lab,” tegasnya. (hilal)

Advertisement

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.