Kondisi Udara Membaik, Siswa di Kota Serang Kembali Belajar Tatap Muka Pasca-Erupsi Anak Krakatau

BISNISBANTEN.COM — Bangku sekolah di Kota Serang kembali terisi setelah lima hari para siswa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Mulai Senin (14/9/2026), kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka resmi diberlakukan kembali di seluruh satuan pendidikan.
Sebelumnya, PJJ diterapkan sejak 7 hingga 11 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah Banten.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri menjelaskan, bahwa keputusan menghentikan PJJ diambil setelah kualitas udara di Kota Serang membaik seiring meredanya aktivitas erupsi. Dindikbud telah menerbitkan surat edaran pencabutan PJJ untuk seluruh jenjang pendidikan pada Minggu (13/9/2026).
“Melihat perkembangan erupsi Anak Gunung Krakatau semakin hari semakin membaik. Terlihat dari mutu udara yang mengalami perbaikan yang luar biasa. Dengan ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang menerbitkan surat edaran untuk satuan pendidikan di semua jenjang,” kata Nuri, dikutip Senin (14/09/26).
Salah satu sekolah yang mulai menggelar pembelajaran luring adalah SD Negeri Banjarsari 5 Kota Serang.
Kepala SD Negeri Banjarsari 5 Anton Setiadi, membenarkan seluruh siswanya telah kembali belajar di kelas.
“Alhamdulillah dengan berakhirnya masa-masa PJJ, kita di SD Negeri Banjarsari 5 kembali belajar di sekolah, melakukan tatap muka,” ujar Anton, Senin (14/09/26).
Meski KBM di sekolah sudah kembali berjalan normal, langkah antisipasi tetap dilakukan. Pihak sekolah mengimbau para siswa untuk selalu membawa dan menyimpen masker di dalam tas guna mengantisipasi jika abu vulkanik mendadak kembali menyebar.
“Kita selalu mengantisipasi, khawatir abu vulkanik itu datang secara tiba-tiba. Kita tetap mengedukasi kepada siswa-siswi supaya tetap mempersiapkan masker di tasnya masing-masing,” lanjutnya.
Pada hari pertama masuk sekolah, Anton meminta para siswa mengejar ketertinggalan materi yang belum dipahami selama PJJ, serta mengimbau seluruh warga sekolah untuk tetap waspada dan mematuhi arahan resmi dari sekolah. (Siska)









