Komitmen Canangkan Program Beasiswa, Penuhi Angka RLS dan HLS di Kabupaten Serang
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang

BISNISBANTEN.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang di bawah kendali Drs H Asep Nugrahajaya, M.Si terus melakukan inovasi untuk meningkatkan sektor pendidikan, salah satu sektor utama yang mendukung program Bupati Serang, yakni peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satunya komitmen mencanangkan program beasiswa yang mendukung pemenuhan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kabupaten Serang.
Tahun ini, Dindikbud Kabupaten Serang masih komitmen mencanangkan program beasiswa kuliah yang merupakan program lanjutan. Tahun ini, program sudah berjalan tiga tahun untuk fakultas Kedokteran di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), yakni 7 mahasiswa pada 2019, 2 mahasiswa pada 2020, dan 1 mahasiswa di 2021. Selain itu ada Vokasi di Universitas Indonesia (UI) sebanyak 13 mahasiswa pada 2019, 8 mahasiswa pada 2020, dan 6 siswa pada 2021.

“Untuk Vokasi D3 tahun ini harus sudah selesai, sementara yang fakultas kedokteran masih berjalan,” tutur Asep kepada Bisnisbanten.com di ruang kerjanya.
Dijelaskan Asep, pengalokasian anggaran beasiswa beorientasi sekaligus untuk meningkatkan lama sekolah sebagai pemenuhan kebutuhan, seperti beasiswa kuliah Fakultas Kedokteran itu untuk kebutuhan tenaga medis. Kabupaten Serang memerlukan tenaga medis yang bisa mengabdikan diri. Makanya, beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang lahir di Kabupaten Serang untuk berkuliah di Untirta, sehingga begitu lulus bisa mengabdikan diri di Kabupaten Serang.

“Kita ikat, semacam perjanjian atau fakta integritas, dengan rumus N+1 atau 5 tahun +1 mengabdi di Kabupaten Serang. Nanti lulusan kedokteran itu akan berkarir sebagai status PNS diutamakan di Kabupaten Serang,” jelas Asep.
Sedangkan Vokasi saat ini memasuki tahun ketiga, yang bertujuan selain berorientasi memberikan kesempatan kepada masyarakat, juga untuk memenuhi angka RLS dan HLS di Kabupaten Serang. Pemkab Serang, kata Asep, ingin memfasilitasi masyarakat pada usia belajar bisa mendapatkan pendidikan layak dan kebutuhan pasar kerja.
Program juga berkaitan dengan kekuatan kemandirian ekonomi dan segala macam multiflier efeknya.

“Seperti pendidikan di UI itu dispesialisasikan pada kematangan pengembangan karir profesi pekerjaan. Seperti saat ini, mahasiswa yang belum lulus saja sudah pada diminta, seperti Vokasi Teraphy dibutuhkan di Rumah Sakit, lalu jurusan Akuntansi dibutuhkan di perusahaan,” terang Asep.
Asep berharap, tahun ini pada September angkatan pertama Vokasi di UI lulus. Saat ini aja, berdasarkan informasi yang diterima Asep, sudah ada yang magang di RS, perusahaan, bahkan sudah mendapatkan salary.

“Ini menjadi program luar biasa, disambut baik anak-anak sekolah. Ini berkelanjutan. Tahun ini Vokasi UI direncanakan tujuh anak. Harapan Pemkab Serang, ya ingin memberikan kesempatan di pendidikan formal yang sesuai, nantinya mendongkrak kemampuan daya beli dan segala macam,” jelas Asep.
Program lainnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dindikbud juga memberikan beasiswa kuliah untuk Guru PAUD, dimana saat ini sebanyak 371 guru yang mengikuti kuliah sedang berjalan masuk semester 2 di STKIP Setia Budi dan Situs Banten.

Tidak sampai di situ, Dindikbud Kabupaten Serang juga memberikan beasiswa kepada 1.400 SD, 1.392 SMP kategori berprestasi, kurang mampu, termasuk penghafal Quran yang dicanangkan sejak 2017. Program bertujuan untuk membuka akses pendidikan, serta memberikan layanan kemudahan akses pendidikan formal sesuai usia ke jenjang pendidikan langsung. Menurut Asep, program akan berdampak pada rata-rata lama sekolah, dimana usia 25 tahun harus sudah tamat SMP.
Asep pun menyebutkan, jika beasiswa SD diberikan Rp1 juta per siswa per tahun, sedangkan SMP Rp700 per siswa per tahun untuk mendukung keperluan kegiatan pembelajaran. Bantuan diberikan pada perubahan tahun ajaran untuk membeli buku, pakaian seragam, dan pemanfaatan yang lain.

“Dan capaian angka harapan lama sekolah ini Supporting pemerintah memberikan kesempatan masyarakat agar bisa mengikuti jenjang pendidikan formal tertentu. Semakin kuat menyediakan anggaran, maka semakin lama harapan sekolah. Jika kita bisa fasilitasi sampai jenjang S1, maka angka harapan lama sekolah juga tinggi,” terang Asep.
Namun, diakui Asep, saat ini Pemkab Serang sedang mengalami keterbatasan kemampuan anggaran. Kendati demikian, tidak sampai menghilangkan program pendidikan yang menjadi prioritas.

Termasuk beasiswa kuliah untuk Pendidikan Guru (PG) PAUD, kata Asep, dialokasikan melalui APBD Kabupaten Serang dari sejak 2017. Bahkan, sudah ada yang lulus. Beasiswa diberikan kepada Guru PAUD yang belum memiliki latar belakang S1 PAUD.
Dijelaskan Asep, pentingnya memberikan beasiswa PG PAUD, karena mengajar di PAUD juga harus dilatarbelakangi keilmuan tentang bagaimana melakukan proses pendidikan pada anak usia dini, tidak semata-mata ngasuh. Dari sisi psikologi, guru tersebut harus lebih memahami konteksnya. Sementara kondisi di lapangan, masih banyak pengajar belum memenuhi standar kualifikasi guru.

“Jadi, harus S1 PAUD, bisa saja S1 ekonomi, tapi kalau belum S1 PAUD belum linier. Makanya kita fasilitasi. Bicaranya melakukan proses pendidikan harus dalam posisi bener, karena golden age (usia emas) bagian dari investasi, sehingga harus tepat,” terang Asep.
Terakhir, Pemkab Serang melalui Dindikbud juga mencanangkan program bersifat layanan kepada masyarakat, yaitu berupa insentif guru ngaji dan guru madrasah. (adv)










