Kinerja Membaik, Laba PT Timah Naik 301 Persen

BISNISBANTEN.COM — PT TIMAH Tbk (“Perseroan”; IDX: TINS) hari ini mengumumkan Laporan Keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2022. Pulihnya ekonomi global sebagai dampak dari meredanya Covid‐19 berimbas pada kinerja finansial TINS periode 6M22. Dalam periode ini, TINS berhasil membukukan laba sebesar Rp1.082 miliar atau naik 301% dibandingkan semeseter I-2021.
Pertumbuhan kinerja anak perusahaan dan melesatnya harga jual logam sangat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja Perseroan.
Produksi bijih timah pada semester I-2022 tercatat sebesar 9.901 ton atau turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 11.457 ton. Dari jumlah tersebut 39% atau 3.829 ton berasal dari penambangan darat, sedangkan sisanya 61% atau 6.072 ton berasal dari penambangan laut. Produksi logam timah semester I-2022 turun sebesar 26% menjadi 8.805 Mton dari periode semester I-2021 sebesar 11.915 Mton.
Adapun penjualan logam timah tercatat sebesar 9.942 Mton atau turun sebesar 21% dibandingkan periode semester I-2021 sebesar 12.523 Mton. Harga jual rerata logam timah pada 6M22 sebesar USD41.110 per Mton atau naik signifikan 48% dibandingkan semester I-2021 sebesar USD 27.858 per Mton.
Pada semester I-2022 Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp7.479 miliar atau naik 27% jika dibandingkan periode semester I-2021 Rp5.870 miliar. Sementara laba operasi naik 127% menjadi Rp1.427 miliar dibanding semester I-2021 sebesar Rp630 miliar. Laba bersih naik 301% menjadi Rp1.082 miliar dibanding semester I-2021 sebesar Rp270 miliar. Meningkatnya laba bersih didukung karena ‘cantiknya’ performa harga jual logam timah selama periode semester I-2022, dengan rerata harga 41.110 USD/Mton. Membaiknya profitabilitas Perseroan terlihat pula dari naiknya EBITDA sebesar 82% menjadi Rp1,9 triliun dibandingkan semester I-2021 sebesar Rp1 triliun.
Posisi nilai aset Perseroan pada Q2‐2022 sebesar Rp14,4 triliun atau turun 2% dibandingkan akhir tahun 2021 sebesar Rp14,7 triliun. Posisi liabilitas sebesar Rp7,3 triliun atau turun 13% dibandingkan posisi akhir tahun sebesar Rp8,4 triliun, sedangkan posisi ekuitas naik 12% menjadi Rp7,1 triliun dibandingkan posisi akhir tahun sebesar Rp6,3 triliun.
Posisi kas dan setara kas Perseroan naik 51% menjadi Rp1,9 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,3 triliun. Pinjaman bank dan utang obligasi pada semester I-2022 turun signifikan menjadi Rp3,6 triliun dari sebelumnya Rp5,1 triliun.
Indikasi baiknya performa finansial Perseroan terlihat dari beberapa rasio seperti Quick Ratio sebesar 43%, Current Ratio sebesar 157%, Gross Profit Margin sebesar 26%, Net Profit Margin sebesar 14%, Debt to Asset Ratio sebesar 25%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 52%.
“Untuk menjaga pertumbuhan kinerja, TINS memacu kinerja Anak Usaha. Kontribusi Anak Usaha segmen non‐pertimahan di tahun 2022 diperkirakan meningkat menjadi 28% terhadap laba bersih konsolidasian Perseroan”, demikian disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT TIMAH Tbk, Fina Eliani. (susi)









