EntertainmentLifestyle

Kecil-kecil Punya Usaha Sendiri, Anak-anak Artis Ini Dididik Memiliki Penghasilan Mandiri

BISNISBANTEN.COM – Rafathar, Gempi, Kiano, dan Arsy bukan hanya anak-anak artis yang famous tapi juga lahir dari keluarga sultan.

Meski masih sangat belia, mereka sudah dididik jadi pengusaha. Walau dibesarkan dengan kekayaan berlimpah dan terlahir dari orangtua yang terkenal, mereka tak hanya menghabiskan uang, tapi juga diajari menghasilkan uang.

Walaupun perusahaan tersebut tidak dikelola secara langsung mengelola, tapi perusahaan ini nantinya akan menjadi milik mereka.

Advertisement

Rafathar Malik Ahmad misalnya. Anak sulung Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang dicap naya sejak lahir ini dibuatkan brand fashion diberi nama Mylk by Rafathar. Rafathar pun diketahui memiliki tabungan hingga miliaran rupiah.

Gempita Nora Marten alias Gempi juga memiliki bisnis fashion dengan merek Gill By Giselle. Bukan hanya sebagai pemilik, anak semata wayang Gisella Anastasia dan Gading Marten ini juga mengiklankan baju-bajunya sendiri loh.

Arsy dan Arsya Hermansyah juga memiliki brand fashion sendiri, lho. Lahir dari orangtua yang bergelut di dunia bisnis yakni Ashanty dan Anang Hermansyah, Arsy dan Arsya memiliki brand fashion yang dinamai dari nama mereka, ARSYxARSYA.

Advertisement

Brand adik-adik Aurel Hermansyah ini menawarkan berbagai item fashion seperti busana muslim khusus anak-anak.

Belia anak artis selanjutnya yang memiliki brand fashion yakni Ryshaka Dharma Situmeang, buah hati Ryan Delon dan Sharena. Bisnis fashion ini diberi nama Babygottstyle.

Brand milik kakak Sea Dedari ini menjual berbagai macam pakaian anak laki-laki. Ryan Delon memang sudah mengenalkan bisnis pada anak sulungnya ini.

Terakhir ada Kiano Tiger Wong. Anak Baim Wong dan Paula Verhoeven ini dibuatkan brand kuliner yang diberi nama Bapau Kiano. Brand ini cukup populer di kalangan pelanggan.

Wah keren ya. Cara para orangtua mereka mendidik dengan berbisnis bisa menjadi teladan nih. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.