Lifestyle

Jamulba, Wadah Pecinta Musang di Banten

Di bawah Jawara Musang Lovers Banten (Jamulba) binatang yang awalnya liar dan suka menggigit dapat berubah menjadi manja serta bergelayutan dengan nyaman.

BISNISBANTEN.COM — Musang yang sebagian orang memandang tak lebih dari hama dan hewan pencuri buah-buahan ini. Ternyata hewan berekor panjang ini dapat menjadi salah satu sahabat manusia yang ramah.

Di bawah Jawara Musang Lovers Banten (Jamulba) yakni tangan-tangan pecinta musang yang berasal dari Banten inilah, binatang yang awalnya liar dan suka menggigit dapat berubah menjadi manja serta bergelayutan dengan nyaman.

“Sebenarnya musang memang jenis hewan liar. Namun jika dirawat dengan baik mereka dapat menjadi salah satu sahabat manusia,” kata Pembina Jamulba Kota Serang Khotib.

Advertisement

Komunitas yang memiliki anggota berjumlah kurang lebih 100 orang ini, juga memiliki wadah resmi yang menaungi yakni komunitas Jamulba.

“Kita juga punya badan atau wadah yangg menaungi komunitas kami yaitu P3MI (Perkumpulan Pecinta Pelestari Musang Indonesia) yangg bertempat di Cibubur, serta kami pun memiliki grup yang mencakup seluruh Indonesia yakni MLI (Musang Lovers Indonesia),” jelasnya.

Komunitas yang sering berkumpul di pusat keramaian di Kota Serang ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemberdayaan musang.

“Kenapa musang? Alasannya berawal dari banyaknya pemburuan yang merajalela hanya untuk kepentinga pribadi (konsumsi). Maka dari itu, kami berinisiatif untuk mengembangkan populasinya dan mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar mengurangi pemburuan terhadap musang,” paparnya.

Advertisement

Ia menambahkan, di Banten memiliki banyak jenis musang diantaranya Musang Pandan, Musang Rase, Musang Akar, Musang Bulan, Musang Zebra, Tenggalung, Musang Bali, Musang Lombok, Binturong, Prionodon Linsang, dan Musang Air.

“Namun kalau yang kami rawat hanya beberapa jenis saja dikarenakan beberapa jenis dari musang tersebut sudah termasuk dilindungi dalam Undang-Undang, karena populasinya yang hampir punah. Maka dari itu kami hanya mempopulerkan yang tidak dilindungi saja seperti musang pandan, musang bulan, musang akar, musang lombok, dan musang bali,” tambahnya.

Ia berharap, dengan hadirnya Jamulba tersebut, musang dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia Internasional. “Harapan kami agar tetap menjaga populasinya dan mengembangbiakkannya agar kelak disuatu saat bisa diliat sampai anak cucu kami nanti,” harapnya. (gag/red)

Advertisement
LANJUT BACA