Keuangan

Hingga 30 April 2024, Pendapatan Kepabeanan dan Cukai Provinsi Banten Capai Rp4,35 Triliun

BISNISBANTEN.COM Selanjutnya, Kepala KPU Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Gatot Sugeng W., menyampaikan informasi tentang penerimaan kepabeanan dan cukai Provinsi Banten hingga 30 April 2024. Beliau menyampaikan bahwa capaian penerimaan kepabeanan dan cukai periode tersebut sebesar Rp4,35 Triliun, memenuhi 29,58% dari target tahunan APBN 2024 sebesar Rp14,71 Triliun dan tumbuh sebesar 4,34% (yoy). Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai ini tumbuh positif hingga 30 April 2024.

Gatot menjelaskan, penerimaan kepabeanan dan cukai ini terdiri dari bea masuk, cukai, dan bea keluar. Bea masuk mencapai Rp3,41 Triliun, naik 0,64% (yoy), dipengaruhi kinerja impor nasional, terutama impor komoditi konsumsi, kebutuhan perdagangan dan industri. Cukai mencapai Rp935,08 Miliar, naik 20,69% (yoy), didorong peningkatan volume produksi minuman mengandung Etil Alkohol untuk seluruh golongan (A,B, dan C) yang disertai kenaikan tarif Cukai MMEA 20% (rata-rata tertimbang). Bea keluar mencapai Rp0,719 Miliar, turun 51,67% (yoy), dipengaruhi fluktuasi harga komoditas kelapa sawit dan produk turunan pengolahannya.

Gatot juga menyampaikan informasi tentang kinerja Neraca Perdagangan Provinsi Banten hingga April 2024. Neraca Perdagangan April 2024 berada pada angka USD -1,28 Miliar atau menguat 35% dibandingkan bulan Maret 2024 (USD -1,97 Miliar).

Advertisement

Peningkatan neto Neraca Perdagangan bulan April 2024 tersebut disebabkan oleh kenaikan eksportasi pada komoditi: Barang Cetakan, HRC, Parts Elektronik,; dan penurunan importasi pada komoditi: Minyak Mentah dan Turunannya; Logam Mulia dan Logam yang dipalut dengan logam mulia; dan komoditi gula. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com